<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5515158144657271266</id><updated>2011-04-22T06:04:00.357+02:00</updated><title type='text'>"FOSMAKE"</title><subtitle type='html'>Forum Studi Mahasiswa Kebumen "Egypt"</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://fosmake.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5515158144657271266/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fosmake.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>FOSMAKE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17684911951658290301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>17</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5515158144657271266.post-7373336997725780843</id><published>2008-12-02T08:21:00.000+02:00</published><updated>2008-12-02T08:22:21.136+02:00</updated><title type='text'>Aneh Tapi Nyata</title><content type='html'>Oleh : A. Nabil Kholili MZ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan ini memang kita di tuntut banyak hal, salah satunya adalah Ilmu. Karena, ilmu memang seharusnya selalu mendasari lelaku kita, misalnya untuk makan saja kita butuh ilmu dan untuk minumpun kita butuh ilmu, tapi ilmu dalam bidang isi perut ini mungkin tak perlu susah-susah mencarinya karena ilmu tersebut adalah ilmu "wahby" atau ilmu “ladunni”, jadi tak perlu kita belajar makan atau minum kita sudah bisa melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini penulis tak akan berbicara masalah ilmu-ilmu seperti matematika, ekonomi atau filsafat, karena di samping penulis bukanlah pakar ekonomi atau ahli hitung menghitung ataupun pemikir, dan mungkin tak bisa menjadi pemikir, dikarenakan keterbatasan otak penulis maka penulis lebih memilih jalan selamat saja daripada harus jadi pemikir tapi “wagu”, atau ekonom tapi “lucu” , karena banyak sekali kejadian-kejadian yang ada campur tangan manusianya dilandasi oleh “kehampaan ilmu” dan tak sedikit pula yang berskala sangat besar. Jangankan untuk berbicara panjang lebar mengenai kedokteran, ekonomi atau filsafat, bahkan hanya untuk sekedar “tahu”pun kita harus memakai ilmu !, dan mungkin inilah yang kurang di baca cermat oleh sebagian orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak heran jika kitapun akan melihat beberapa penampakan dari golongan yang bersentuhan kehidupannya dengan kita, golongan tersebut antara lain adalah : Golongan orang-orang yang tenang dan selalu terjaga, golongan yang membuat orang mudah kagum dan yang terakhir adalah golongan yang membuat penganutnya jadi terlihat aneh. Orang jawa menyebutnya “wagu” orang jakarte menyebutnya “norak” gitu lho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan yang pertama adalah golongan yang sudah menguasai ilmu : “Tahu kalau dirinya tahu”, Sementara golongan yang kedua adalah golongan yang sudah menguasai ilmu : “Tahu kalau dirinya tidak tahu” dan golongan yang ketiga adalah golongan yang dikuasai oleh ilmu : “Tidak tahu kalau dirinya tidak tahu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan yang pertama adalah golongan dimana seseorang benar-benar tahu persis seberapa besar ukuran pantatnya dan harus dikemanakan pantatnya itu, harus di kursi yang mahalkah? Atau di kursi kayukah? Atau harus lesehankah?.Dan orang inipun benar-benar tahu seberapa besar ukuran dan kepantasan peci yang ia pakai, nomer 9 kah? Nomer 8 kah? Pantaskah saya memakai peci bernomer 9 dengan tinggi 10? Akan terlihat wagu kah seandainya saya memakai topi bertuliskan FBI di depannya? tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan yang kedua adalah golongan dimana seseorang dengan kesadaran penuh dan tanpa tekanan dari pihak manapun berani mengakui bahwasanya “Saya tidak tahu” atau “Saya Salah”. Kenapa orang semacam ini bisa masuk dalam urutan kedua dalam tingkatan “Tahu” ini? Karena di zaman yang serba Post dan tidak Piss ini sulit sekali menemukan orang yang berani dengan lantang menyuarakan ketidak tahuannya apalagi harus mengaku di depan orang yang memanggilnya dengan kalimat embel-embel yang di taruh di sebelum namanya itu, semisal “Kyai” “Gus” “Mas” “Kang” “Pak Ustadz” dan embel-embel lain yang melambangkan kalangan atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, golongan yang ketiga ini adalah golongan yang aneh itu tadi, dan untuk mengetahui keanehan itupun butuh ilmu khusus dan ilmu itupun tak ada batasannya dikarenakan tingkatan ke”norak”an yang tak terbatas pula, saya ambil contoh yang menurut saya paling berbahaya saja, misalnya jika ke”norak”an itu sudah masuk kedalam wilayah keyakinan, karena disana ada keyakinan yang sama tapi di pakai oleh orang yang berbeda, misalnya agamawan, businessman, dan orang-orang yang salah menempatkan pantat ini, pakaian mereka mungkin bisa satu warna, sama-sama menggunakan segel kebenaran dan atribut kemuliaan, tapi mutu dan kesabaran mereka bisa jadi berbeda. ada orang yang menganggapnya sebagai mulia atau bahkan meyakininya sebagai mulia tapi pemarahnya sangat luar biasa, terhadap perbedaan pendapat sedikit saja ia tak menerima, terhadap orang yang berbeda pendapat dengannya ia tak mau mendoakannya, bahkan selalu mengobarkan permusuhan dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin itulah salah satu keanehan nyata yang akan selalu menggelayuti kehidupan manusia, karena, manusia itu sendirilah yang menciptakannya. Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5515158144657271266-7373336997725780843?l=fosmake.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fosmake.blogspot.com/feeds/7373336997725780843/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5515158144657271266&amp;postID=7373336997725780843&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5515158144657271266/posts/default/7373336997725780843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5515158144657271266/posts/default/7373336997725780843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fosmake.blogspot.com/2008/12/aneh-tapi-nyata.html' title='Aneh Tapi Nyata'/><author><name>FOSMAKE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17684911951658290301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5515158144657271266.post-58234511647754786</id><published>2008-06-23T00:30:00.001+03:00</published><updated>2008-08-29T09:57:17.958+02:00</updated><title type='text'>Mencari orang suci</title><content type='html'>Oleh : A. Adib Amrullah Muzani&lt;br /&gt;( A Salute To Binti Hasyim )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesedihan adalah makhluk. karenanya ia bisa kita sapa dan kita ajak berbicara untuk menurut kepada kita. Menyuruhnya bukan berarti mengusirnya atau membuat dia tidak ada melainkan sekedar agar kesedihan kita itu tidak sampai dirasakan oleh orang lain akibatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali orang yang tidak sukses dalam menyimpan kesedihannya, Atau malah tak sedikit juga yang justru menjajakannya bahkan menawarkanya kepada siapa saja. Cara ini betul betul berbahaya karena orang semacam ini akan segera menjadi semacam virus yang karena "kedermawanannya" terhadap kesedihan dan pemanjaan yang berlebihan terhadap deritanya maka tak jarang pula berbagai atribut telah di sandangnya kemudian keberadaanya akan dianggap sebagai sumber persoaalan dan pribadinya akan dianggap semacam kuman yang menjijikan.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Memperlihatkan suasana hati kita secara terbuka kepada orang lain adalah suatu kemanjaan. " hari ini aku lagi cape habis ngurus minhah tapi tidak sukses maka kamu jangan mengetuk pintu dengan keras dan jangan tertawa di depanku dan jangan memancing emosiku karena aku lagi sangat sensisitf " sergahmu misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya permohonanmu itu akan menjadi semacam kebodohan belaka dan terlihat sangat janggal. Kenapa ? karena apapun suasana hatimu sekarang matahari akan tetap terbit di pagi hari dan bulan akan muncul di malam hari dan manusiapun masih tetap sama masih seperti biasanya masih membutuhkan makan dan minum , tak perduli dengan suasana hatimu, maka jika engkau kedapatan sedang memanjakan deritamu, memelas kepada orang orang di sekitarmu sesungguhnya engkau sedang menyiksa banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Derita yang engkau pertontonkan adalah sejarah hitam bagi hidupmu. cobalah kau pahami, setiap orang punya beban dan kesedihannya masing masing, maka untuk memahami bebanmu orang boleh tidak menghiraukanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jika masih ada orang yang masih menyediakan waktu untuk menghiburmu bukan berarti orang itu lebih bahagia darimu tapi karena ia benar benar telah banting tulang untuk itu. coba kau bayangkan ia harus menekan deritanya sedemikian rupa demi untuk menghiburmu dan menuruti permintaanmu. ia sebenarnya sama sepertimu sama manusianya dan juga sama penuh persoalannya tapi karena sedikit sekali ia memanjakannya si persoalan itupun kehilangan "gairah"nya dan menjadi sesuatu yang tersingkirkan dan akhirnya pergi dengan tangan hampa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah orang semacam itu terlihat sangat kuat, tegar, tenang dan terjaga. engkau tak akan pernah bisa menebak apakah ia sedang berduka atau gembira. karena jika tengah bergembira ia tak pernah terlihat berbunga bunga, jika tengah bersedihpun ia tak pernah kelihatan mengkerut wajahnya atau bahkan tak menyapa orang di sekitarnya, kebisingan tak pernah membuatnya kaget, kekacauan tak pernah membuatnya panik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kepadanyalah orang orang akan terpukau dan bangga "ternyata masih ada orang sepert itu" gumam mereka. kepadanyalah orang akan berkeluh kesah dan bertanya, kehadirannya menjadi sesuatu yang dinanti, kata katanya adalah hiburan dan pancaran pribadinya mendatangkan senyuman dan kegembiraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu andapun akan berpikir bahwa orang ini adalah orang suci? tidak, ia masih manusia biasa seperti kita sama sama butuh makan dan minum bedanya cuma ia malu membebani orang di sekitarnya dengan deritanya, ia malu membuat orang lain tersiksa karena deritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ia paham betul beratnya menanggung penderitaan. maka penderitaan orang lain akan terasa sebagai deritanya, berpikir tentang kesedihan orang lain jauh lebih menyita waktunya, ia sungguh malu dan enggan merepotkan dunia dan segala isinya dengan urusan dan kepentingannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5515158144657271266-58234511647754786?l=fosmake.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fosmake.blogspot.com/feeds/58234511647754786/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5515158144657271266&amp;postID=58234511647754786&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5515158144657271266/posts/default/58234511647754786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5515158144657271266/posts/default/58234511647754786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fosmake.blogspot.com/2008/06/mencari-orang-suci.html' title='Mencari orang suci'/><author><name>FOSMAKE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17684911951658290301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5515158144657271266.post-6216137523183877625</id><published>2008-06-23T00:29:00.001+03:00</published><updated>2008-08-29T09:57:51.580+02:00</updated><title type='text'>Back to peran fungsionalis organisasi mahasiswa</title><content type='html'>Oleh: Zen Dipo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang hari esok, semua pasti berharap akan lebih baik. Apalagi bagi seorang mahasiswa yang selalu dihimpit oleh waktu dalam lingkup akademisi. Hal inilah yang mungkin mengalasi sikap responsif pihak KBRI sehingga mencanangkan program Lokakarya beberapa hari mendatang. Maraknya dunia ke-organisasian yang mengisi dan mewarnai dunia Masisir sementara ini bukanlah tanpa alasan. Maka, bukanlah asumsi keliru jika al-Azhar, dengan sistem yang ada selama ini, dianggap sebagai proyeksi pesantren-pesantern salaf Indonesia. Sistem admistrasi yang serba manual, tentafif pelajaran yang ‘terpisah’ dari absensi dan kedisiplinan yang teracuhkan membentuk sebuah opini pada mayoritas Masisir bahwa ‘kesadaran’ adalah acuan awal yang akan menghantarkan mereka menuju kesuksesan. Namun di sisi lain, kesuksesan al-Azhar dalam membentuk kader-kader ulama potensial-kharismatik, meninggalkan atsar mitologis di benak khalayak. Persepsi semacam inilah yang mungkin memberi tantangan, bukan hanya kepada Masisir, namun juga menarik perhatian pihak KBRI untuk terus berusaha menemukan program-program solutif demi kesuksesan masisir sebagai ‘anak asuh’ meraka.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sekilas mengorek lapukan sejarah; seorang cendekiawan muslim yang merupakan anak didik al-Azhar telah berulang kali mencuatkan ide-ide progresif dalam rangka modernisasi sistem pendidikan. Meskipun dunia revolusi praktis telah memberikan kontribusi besar dalam perjalanan intelektual Muhamad Abduh, namun apa yang dikenalkan oleh Afghani itu cukup menghambat karir Abduh kemudian. Hal ini pulalah yang mungkin menjadi salah satu unsur mengapa ide-ide reformis Abduh harus tertolak di hadapan ‘Masyayikh al-Azhar’ ketika itu. Atau mungkin asumsi akan “mistisisme” yang terkandung diantara celah gedung tua al-Azhar bukanlah anggapan belaka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat progresivitas yang ditinggalkan Abduh melalui karya-karya beliau tak pelak telah meliputi hati Masisir yang, boleh dikata, merupakan anak zaman modern. Sebagai anak modernitas yang hidup di tengah-tengah peperangan ideologi, pemikiran-pemikiran progresif-reformis dirasa sangat diperlukan seiring dengan semakin melambungnya arus globalisasi. Hal ini tidaklah kondusif selama Masisir masih terjebak dalam angan mistisisme atau atsar mitologis. Bentuk nyata sebagai akibat dari akar stagnansi tersebut terepresentasikan dalam macam tipologi Masisir; muqorroris sentris dan aktifis habis. Pembagian dikotomis ini adalah realita nyata yang tak mungkin dipungkiri dalam dunia Masisir. Walaupun ada golongan ketiga, yakni mahasiswa prestatif dan sukses berorganisasi, namun toh masih dalam skala minor dan belum sanggup menjadi komunitas ideal yang mewarnai dunia Masisir. Adalah sebuah tantangan bahwa organisasi-organisasi yang ada harus mampu menjembatani Masisir sebagai mahasiswa yang peduli akademis, dan di lain sisi mereka adalah komunitas masyarakat yang tidak akan terlepas dari norma serta struktur sosial. Sehingga selain membantu membentuk mahasiswa yang prestatif dan potensial, organisasi juga ikut berperan menjadi alat komunikasi antara mahasiswa dan wacana kekinian masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang sekali bahwa wacana “kualitas” masih saja dibarengkan dengan “prestatif” sebagai rival. Dan sebaliknya, yaitu akademis yang masih begitu saja menjadi tolak ukur kualitas keilmuan mahasiswa atau kaum pelajar sementara ini. Dari analisis sederhana inilah kiranya lahir sebuah pertanyaan kritis yang berkait dengan epistemologi organisasi-organisasi Masisir yang merupakan organisasi ke-mahasiswa-an. Dimanakah posisi serta peran organisasi-organisasi sebenarnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program akademis yang disematkan pada agenda ‘Lokakarya bulan April’ mendatang bukan semata rencana solutif yang harus diterima begitu saja. Namun, demi eksistensi organisasi yang menjembatani mahasiswa dengan masyarakat agenda tersebut harus diapresiasi secara kritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironis, bahwa program-program organisasi Masisir masih berorientasikan pada sukses periodik demi kontinuitas organisasi itu sendiri. Hal ini juga sangat mungkin berujung pada harapan ekonomis yang lahir dari asumsi negatif-realistis; jabatan struktural menjanjikan sebuah lahan bisnis. Maraknya program BimBel menjelang ujian kampus-jika kita telaah secara kritis- merupakan sebuah pengakuan umum akan lemahnya fungsional organisasi sebagai wadah mahasiswa. Kesadaran ber’oposisi’ yang lahir dari respon adaptatif atas sistem pendidikan al-Azhar sudah semestinya dimiliki dan terimplementasikan dalam wujud nyata program. Sikap moderat sudah selayaknya dimiliki sehingga organisasi benar sebuah jembatan plural yang peduli akademis tanpa meng’anak tiri’kan kualitas intelektual anggota (Masisir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritik-apologetis yang dilontarkan dua kubu dikontomis Masisir, muqorroris sentries dan aktivis habis, telah memunculkan benih kontra-asumsif yang mungkin digelayuti sikap egoisme masing-masing keduanya.Sangat disayangkan bahwa realita ini tidak ditanggapi oleh organisasi-organisasi Masisir sehingga berakibat terhadap stagnansi- kalau enggan disebut merosot- gerak laju intelektualitas Masisir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agenda lokakarya bulan April mendatang, yang di-isu-kan bernada akademis menjadikan sebuah tantangan tersendiri bagi eksistensi organisasi-organisasi otonom Masisir. Peran signifikan, sebagai penghubung antara mahasiswa sekaligus representasi entitas masyarakat yang melekat pada sebuah organisasi, sangat mungkin terpangkas semangat akademis-sentris. Muncul-kembangnya profil-profil intelektual-tradisional adalah sebuah keniscayaan yang memicu pada discomunication antara kaum intelektual dengan masyarakat. Sehingga gairah integralitas yang telah dicontohkan para cendekiawan klasik atau pun kontemporer akan terkikis oleh ketidaksanggupan adaptasi mereka kemudian. Adalah Antonio Gramci, seorang intelektualis prancis, yang dengan semangat modernisme telah mematok ‘proposional dan profesionalitas’ sebagai syarat terbentuknya kaum intelektual organik. Segolongan intelektual yang memiliki integralitas tinggi dan mampu berperan aktiv di tengah tumbuh kembangnya masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dinamika kekinian, haruskah kita terus terkukung dalam angan mistisisme dan atsar mitologis yang tidak pernah melahirkan semangat intelektual progresif? Atau, Masisir pada masa mendatang akan menjadi segolongan kaum konservatif -dalam ferm kekinian- yang senantiasa memberi sekat antara wacana dan konteks kemasyarakatan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5515158144657271266-6216137523183877625?l=fosmake.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fosmake.blogspot.com/feeds/6216137523183877625/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5515158144657271266&amp;postID=6216137523183877625&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5515158144657271266/posts/default/6216137523183877625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5515158144657271266/posts/default/6216137523183877625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fosmake.blogspot.com/2008/06/back-to-peran-fungsionalis-organisasi.html' title='Back to peran fungsionalis organisasi mahasiswa'/><author><name>FOSMAKE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17684911951658290301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5515158144657271266.post-1426724141497931237</id><published>2008-06-23T00:26:00.002+03:00</published><updated>2008-08-29T09:58:37.529+02:00</updated><title type='text'>Filsafat Kontemporer di Barat dan Islam</title><content type='html'>Oleh: Ronny el-Zahro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halaqah ‘Usyâriah&lt;br /&gt;Al-Mîzân Study Club&lt;br /&gt;Minggu, 02 Maret 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengantar Deskriptif ;&lt;br /&gt;Filsafat Kontemporer di Barat dan Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membincang terma filsafat, di dunia Islam, baru berucap “A”, bahkan belum apa-apa statement negatif —istilah kafir, zindiq dan musyrik— merupakan konsekuensi logis yang secara sadar harus kita terima dengan penuh lapang dada. Mungkin tidak semua-selamanya, namun paradigma ini masih mayoritas sampai sekarang. Apalagi, jika sudah masuk dan bersentuhan dengan terma-terma asing (baca;Barat), entahlah ada anggapan apa? Darah menetes mungkin salah satu solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dunia lain, Barat, filsafat adalah menu utama masyarakat, nutrisi penting dalam menentukan langkah maju. Hal ini lebih dikarenakan, paradigma berfikir mereka terbuka terhadap peradaban luar, dengan pra-syarat rasional khususnya filsafat. Oleh karena itu, di sana filsafat mampu tumbuh-berkembang dengan suburnya. Perkembangan ini bisa kita lihat dengan kasat mata; menjamurnya aliran-aliran filsafat: strukturaslisme, post-strukturalisme, semiotika, feminis, modernitas sampai post-modernitas. Selain itu, kemajuan teknologi, stabilitas politik, ekonomi dan keamanan sudah merupakan bukti konkrit. Terlepas dari sisi spiritual bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada makalah sederhana ini, penulis akan berusaha mendeskripsikan filsafat kontemporer di Barat dan Islam. Memaparkan secara deskriptif beberapa aliran/sekte filsafat dan filsuf-filsuf, serta pemikirannya. Bagaimana imbas hal ini terhadap Islam di era kontemporer, masa kebangkitan? Dengan harapan deskripsi sederhana ini dijadikan sebagai motivasi ke arah pembaharuan, sebuah proses yang terus berjalan dan berjalan …&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Filsafat Barat di Era Modern-Kontemporer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah itu filsafat? Apa batasan modern-kontemporer? Pertanyaan sederhana ini pasti muncul serta-merta, ketika membincang subterma ini. Filsafat, secara etimologi merupakan kata serapan dari Yunani, Philoshopia, yang berarti ‘Philo’ adalah Cinta, sedangkan ‘shopia’ berarti kebijaksanaan atau hikmah. Jadi dapat kita tarik konklusi, cinta pada kebijaksanaan ilmu pengetahuan itulah filsafat. Namun, ketika kita tilik dari segi praktisnya, berarti alam pikiran atau alam berfikir, berfilsafat artinya berfikir secara mendalam dan sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang kata “kontemporer” sendiri mempunyai korelasi sangat erat dengan “modern”. Dua kata yang tidak mempunyai penggalan masa secara pasti. “komtemporer” adalah semasa, pada masa yang sama dan kekinian . Semenatara “modern” adalah kini yang sudah lewat, tapi bersifat relevansif hingga sekarang. Karena tidak ada kepermanenan dalam era kontemperer, modern yang telah lewat dari kekinian tidak bisa disebut kontemporer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hubungannya dengan filsafat barat, istilah modern-kontemporer, bertitik tolak dari kritik Immanuel Kant (1724-1804 M.) terhadap pengetahuan atau ilmu pengetahuan. Dialah filsuf pertama yang secara sistematis telah melakukan kritik atas pengetahuan, dia hendak juga meninggalkan penggunaan akal secara dogmatis tanpa kritis. Dengan imbas terjadi dikotomi antara ilmu pengetahuan dan filsafat. Dengan ini ilmu pengetahuan dapat dikembangkan dengan terbuka-bebas sesuai fungsionalnya tanpa harus pulang pada sang induk, filsafat. Demikian halnya filsafat, tumbuh-berkembang dengan sangat cepat serta mengalami pergeseran dan modifikasi. Hingga sekarang kita bisa melihat dengan mata telanjang warna-warni aliran-aliran filsafat di Barat, yang dominan pengaruhnya untuk rujukan primer, guna melanjutkan masyarakat mereka itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada era “modern”—dilewati bangsa Barat pasca Immanuel Kant, dua setengah abad yang lalu—bangsa Barat hidup dengan konsep sistem nilai baru, struktur sosial-budaya pun sama, dengan sebelumnya pra-syarat Rasional, juga dengan ciri-cirinya yang orisinil. Sejauh yang terkait pemikiran filsafat barat kontemporer secara periodik, ada beberapa aliran pemikiran yang dominan yang semarak. Namun, penulis hanya memaparkan tiga aliran dari semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, tipologi strukturalisme. Tipologi ini memusatkan perhatiannya pada masyarakat sebagai sistem, di mana fenomena-fenommena tertentu menggambarkan “suatu kenyataan sosial yang menyeluruh.”, atau pada landasan epistemologi (canguilhen) akan menggeser inti bahasan dari pemikiran esensialis tentang masyarakat dan pengetahuan kepada wacana yang melihatnya sebagai ciri-ciri struktural fenomena ini, baik ciri differensial atau pun relasional. Oleh sebab itu, sejarah ilmu tidak lagi merupakan ungkapan pemikiran; akan tetapi, melalui suatu konfigurasi epistemologis, sejarah membangun kerangka intelektual dengan maksud memaham pemikiran ini. Selain itu, perubahan empiris masa kini dari masyarakat atau individu bisa mengubah makna masa lalu. Masa lalu tidak bisa dipahami melalui pengertian yang dimilikinya sendiri sebab di era sekarang, masa lalu itu dipahami dengan menggunakan pengertian-pengertian masa sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipologi ini diwakili oleh Gaston Bachelard, seorang ahli epistemologi, ahli filsafat ilmu dan teoritisasi tentang imajinasi. Dia adalah tokoh kunci dari generasi strukturalis dan post-srukturalis di era sesudah perang. George Canguilhem, pelopor sebuah filsafat pengetahuan, rasionalitas dan tentang konsep-filsafat dengan landasan yang lebih kental. Menurut Foucault, di sisi lain, pemikir berkarakter rendah hati dan low profil ini sangat memiliki pengaruh pada pendekatan struktural terhadap sejarah, marxisme dan psikoanalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, bapak psikoanalis, Sigmund Freud (1856-1939 M.) merupakan sosok yang amat kontroversial dengan hipotesanya yang amat mengerikan. Khususnya bagi kaum teolog- yang melihat frued hanya sebagai ateis, materialis dan pan-sexualis. Meskipun begitu, dunia berhutang atas kecermelangannya dalam menemukan psikoanalis melalui analisis terhadap gejala-gejala, yang sampai pada saat itu (masa hidup frued), dianggap sebagai hal yang teranalis seperti mimpi dan selip lidah (igau).&lt;br /&gt;Selain para pemikir di atas, masih dapat kita jumpai para pemikir semisal al-Thuser (1918-1990 M.), Pierre Bourdieu (1930-1982 M.), Jacques Lacan (1901 M.), dan masih banyak lagi tokoh structuralis lainnya.&lt;br /&gt;Tipologi kedua, Post-Strukturalisme. Pada fase ini, pemikiran diwarnai dengan varietas pemahaman dalam berbagai segi, sekaligus meninjau tulisan sebagai sumber subjektivitas dan kultur yang bersifat paradoks, yang sebelumnya merupakan hal yang bersifat sekunder. Ketidakpuasan Sausure akan pra-anggapan tertentu tentang subjektifitas dan bahasa (misalnya, pengutamaan wicara dibanding dengan tulisan) menuntut akan munculnya pemikiran ini.&lt;br /&gt;Tentang “Yang lain” dan hubungan antara subjek dan objek, mendapat posisi tersendiri dalam post-strukturalisme yang notabene-nya terwarisi oleh konsep Nietzche (1844-1900 M.) sebagai salah satu orang yang mewakili tipologi post-structural, seorang filsuf destruktif. Dengan bangga ia menyebut filsafatnya sebagai filsafat destruktif. Seolah orang yang sedang kesurupan. Nietzche mengkritik habis hampir semua relief-relief kebudayaan barat. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika selama bertahun-tahun orang bersikap sinis terhadap tulisan-tulisan Nietzche.&lt;br /&gt;Dengan menawarkan beberapa konsep idealisme; nihilisme, kehendak untuk berkuasa, ubermenech dan kembalinya segala sesuatu, bagi Nietzche, prinsip yang diusulkan sebagai suatu kebenaran koheren dan mendasar, beraneka ragam fakta serta penampilannya adalah bersifat idealis. Dalam tataran skema menurut Nietzche, segala sesuatu-baik dalam bentuk redaksionisme suatu esensi maupun teleologi¬¬- tujuan akan bermuatkan sebentuk idealisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya adalah Michel Foucault (1926-1984 M.), seorang sejarawan, psikolog dan sexolog yang paling cemerlang pada masanya. Foucault juga seorang Nietzchean dan Fruedian. Tidak berselang jauh darinya adalah Jacques Derida (1930-2003 M.). Seorang filsuf asal al-Jazair dan pemikir garda depan tentang kajian-kajian filsafat dekonstruktif. Melalui karya magnum opus-nya, of gramatology atau dalam versi arab berjudul fi Ilmi al-Kitabah. George Batailk, Roland Barthes, Uberto Uco dan banyak lagi filsuf-filsuf post-strukturalis yang tidak mungkin penulis sebutkan secara detail pada kesempatan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipologi ketiga, post-marxisme. Tipologi ini merupakan elaborasi lebih lanjut dari marxisme dengan karakter dan corak pemikiran yang sangat berbeda. Mereka menggunakan Marx untuk untuk mengembangkan sebuah strategi kritik yang sebenarnya bersifat emansipatoris, tepatnya di tujukan kepada ‘kapitalisme modern’. Dalam hal ini, Marx dipresentasikan dengan lebih elegan, bahkan sesekali mereka mengecam tanpa santun kepada pendahulunya itu. Mereka menganggap bahwa marxisme awal telah gagal, kacau balau, menafsirkan “Rasionalitas Sistem” dan “Rasionalitas aksi”, sebagai bukti konkrit tidak selarasnya antar sistem dan kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Post-marxisme menerima dengan sadar keterlibatan politik Marx, tetapi menolak mentah-mentah penekanan Marx bahwa ekonomi adalah yang paling menentukan untuk suatu kesejahteraan. Statement ini, menurut mereka sudah tidak relevan, harus dikembangkan lebih jauh-luas secara konkrit melalui stabilitas politik, ekonomi, keamanan dan sosial-budaya dengan merujuk pada ruh emansipatoris di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah praktisi yang mereka tempuh adalah dengan merumuskan unsur-unsur normatif, seperti: teori bahasa, dengan penuh harap terbentuknya komunikasi yang standar minimal. Maka, komunikasi harus tak terdistorsi dan secara bebas diungkapkan, sehingga dapat mencapai kesepakatan; kesepakatan yang mensyaratkan “pengenalan antarsubjektif”. Oleh sebab itu, bila komunikasi secara sistematis tidak berhasil, maka yang terjadi adalah bentuk bahasa yang sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, yakni evolusi masyarakat yang dimaksudkan untuk memberikan landasan suatu kerangka normatif, demi realisasi minat emansipatoris. Tidak absah suatu negara ketika tidak mampu melindungi rakyatnya dari krisis; ekonomi, politik, dan nonsens dalam men-suport atau memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obsesi kebebasan, kemanusian dan solusi problematika atas kapitalisme modern adalah keniscayaan. Hak-hak manusia di suatu negara harus lebih diutamakan, selain itu perjuangan untuk menyelamatkan manusia agar mereka tak tersingkir di mata hukum. Hal ini dengan konsekuensi pra-syarat bahwa setiap individu harus berkewarganegaraan, karena hilangnya kewarganegaraan berarti hilang status legalitas, status legalitas terhadap semua hak dan kewajiban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Post-Marxisme juga sangat melaknat dan membuang jauh ke tong sampah sistem pemerintahan yang totalitarianisme, apalagi sampai despostis. Para filsuf yang mempunyai kecenderungan berfikir post-Marxisme adalah para pemikir seperti Hannah Arendt, Jurgen Habermas dan Theodor Adorno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modenisasi Pemikiran Arab-Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filsafat di dunia Islam merupakan benih pembaharuan, meski hasil asimilasi dari budaya asing. Namun sangat disayangkan tak pernah bernafas panjang. Di dunia Islam timur, filsafat lenyap atas jasa Hujjatul Islam al-Imam al-Ghozali, dengan kitabnya Tahafut al-falasifah. Sedang di dunia Islam barat, matinya filsafat setelah wafatnya Ibnu Rusyd (1198 M.) berakhir pula pengaruh filssafat paripatetik. Setelah ini, filsafat secara geografis berpindah ke Negri para Mullah, Iran, dengan corak gnostik-nya sebagai akibat dari pengaruh metafisika Yunani dan Hindu. Maka kita bisa mengenal Ibn Arabim, al-Hallaj, dan Suhrawardi al-Maqtul sebagai pendekar filsafat gnostik Persia ternama. Kemudian Islam mengalami masa skolastik (kegelapan) yang berlangsung kurang lebih dua abad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa gelap, masa yang melelahkan. Bak se-ekor Harimau yang terjaga dari pulas, Islam terbangun dengan infasi Napoleon Bonaparte di Mesir tahun 1798 M, dengan disusul berdirinya negri-negri independen yang mengatasnamakan Nasionalisme. Sementara dinasti Ottoman sebagai representasi kekuatan Islam kala itu, telah dilumpuhkan dan digerogoti luar-dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disisi yang lain, datangnya Napoleon merupakan titik tolak pembaharuan pemikiran Arab-Islam. Kedatangan kolonialis-imperalis disambut dengan mesra oleh Muhammad Ali Pasha seperti kala itu untuk bekerja sama, khususnya dalam perdagangan. Merasa kurang, guna membangun negaranya, maka pemerintah Mesir menetapkan kebijakan untuk mengutus delegasi ke Perancis untuk mempelajari kemajuan Barat, kemudian ditransformasikan ke Mesir. Rihlah Ilmiah inilah yang akhirya menjadi titik tolak kemajuan Arab-Islam, khususnya Mesir. Baik dari segi fisik (bangunan dan tata kota), maupun keamanan, ekonomi dan keilmuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rifa’at at-Tahthawi adalah salah satu delegasi yang dikirim ke Perancis. Sepulang dari Paris, dengan bekal yang diperoleh, Rifa’at berdiri mengusung bendera modernisasi di tanah seribu menara. Ini diawali dengan penerjemahan secara gencar literature-literatur barat yang berpusat di madrasah Alsin . Selain itu, rifa’at juga membuka sekolah-sekolah dengan system baru, tanpa biaya alias gratis. Terobosan baru pun ia lakukan dengan mendirikan sekolah-sekolah bagi para perempuan (Madaris li al-banat). Tak lama kemudian jumlah sekolah atau madrasah meningkat secara drastis di seluruh saentro Mesir, gairah intelektual meningkat. Hasil praktisi ini digambarkan secara apik lewat bukunya “ al-Mursyid al-Amin li al-Banat wa al-Banin” sebagai pegangan generasi muda Mesir dalam menekuni dunia pendidikan. Salih majdi, salah satu anak didik rifa’at, berasumsi bahwa kitab ini secara resmi beredar setelah wafatnya rifa’at yang kemudian dilanjutkan oleh sang putra mahkota, Ali Fahmi Rifa’at. Namun, realita membuktikan bahwa karya tersebut terbit satu bulan sebelum wafatnya rifa’at.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berpaut jenjang waktu lama, muncullah para pemikir rekonstruktif lain semisal Jamal al-Din al-Afghani dan Muhammad Abduh. Duet maut antara guru dan murid ini melahirkan pendapat pro-kontra di kalangan khalayak. Meski demikian, pegaruh mereka sudah terlampau luas dan semarak. Mereka sepakat guna memerangi keterbelakangan dan kolonialisme yang didasari dengan penafsiran-penafsiran rasionalis terhadap ayat-ayat Tuhan. Dengan piranti modern dan prasyarat rasional, mereka mengangankan sebuah agama/tradisi yang hidup dan relevan seiring dengan kontinuitas nan selalu mengirinya, (I’adah al-bunyat min jadid). Tidak senada dengan perspektif mayoritas ulama (kaum tradisionalis) yang lebih mendambakan “pernyataan ulang” atas kebesaran tradisi masa lampau. Menurut kaum tradisionalis, bahwa semua permasalahan dan segala problematika yang ada telah dibahas secara tuntas oleh para pendahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, secara umum pemikiran Arab-Islam dapat digolongkan dalam dua mainstrem besar. Yakni, mereka yang pro-barat dan mereka yang kontra/ antipati terhadap metodologi Barat dimana yang pertama berwarnakan dua tipologi khusus, sementara untuk yang kedua hanya ada satu tipologi yang disebut ideal-totalistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, pro-Barat. Pada tataran ini, reformis-dekonstruktif adalah sebuah tipologi pemikiran yang merupakan presentasi nyata dari mereka yang terinklinasi secara sadar oleh filsafat barat sebagai kerangka metodologi pendekatan mereka. Cendekiawan semisal Muhammad Arkoun, Abid al-Jabiri, Hasan Hanafi, dan Nasr Hamid Abu Zaid termasuk dalam golongan ini dimana filsafat post-strukturalis Barat merupakan pangkal kembalinya pemikiran mereka. Selain itu, reformis-rekonstruktif juga acapkali di kategorikan dalam golongan ini sebagai akibat dari kecenderungan metodologis mereka terhadap Barat. Namun di satu sisi lain, masih menjadikan turas sebagai pijakan pergerakan mereka dalam modernisasi. Rifa’at al-Tohthowy, al-Afghani, Muhammad Abduh, dan al-kawakibi adalah sebagian dari mereka yang mewakili tipologi pemikiran ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kontra/anti Barat. “al-awdah ila al-manba’” merupakan jargon yang mereka serukan sebagai acuan pergerakan mereka. Bahwa Islam adalah agama, budaya sekaligus peradaban yang telah mencakup tatanan social, politik dan ekonomi telah mengantar mereka untuk mencapai kegemilangan yang tempoe doeloe sempat ditorehkan oleh Nabi dan para sahabat. Hal inilah yang memberikan asumsi bahwa barat tak ubahnya momok, dan apa yang telah digapai oleh modernitas pun (sains dan teknologi) tak lupa mereka nisbatkan sebagai hasil “masa gemilang” yang kemudian melegitimasi kebenaran mereka menerima menerima modernitas. Para cendekiawan yang memiliki kecenderungan ideal-totalistik ini dapat kita temukan dalam diri M. Ghozali, Sayyid Qutb, Anwar Jundi, serta Said Hawwa yang berorientasikan pada gerakan islam politik. Isu kontemporer ‘Trans-nasionalisme’ juga mungkin digolongkan pada aliran ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Epilog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerak radikal pemikiran barat yang menyematkan Immanuel kant sebagai puncak modernisasi filsafat menorehkan berbagai macam pertimbangan humanis-rasionalis yang semena-mena tidak boleh dialienasikan, apalagi dinilai sebagai wujud kolonialisme modern atas dunia Islam. Feminisme, rasionalisme dan modernisme adalah fakta perjuangan cendekiawan muslim yang berupaya mengeluarkan khazanah pemikiran Islam dari stagnansi masa skolastik dimana agama, lapukan sejarah dan literatur keilmuan telah menjadi Tuhan, masuk dalam ranah untouchable.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironis, jika pertarungan ideologi yang digambarkan oleh al-Jabiri atas dunia Arab-Islam masih saja dipahami secara literal dan melahirkan sikap antipati terhadap perkembangan pemikiran Barat. Angan mitologis atau mistisisme yang telah menghantui modernisme Islam sudah selayaknya dihancurlantakkan lalu menaruh sikap inklusif sebagai jembatan pembaharuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makalah ditulis oleh:&lt;br /&gt;Ronny Giat Brahmanto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5515158144657271266-1426724141497931237?l=fosmake.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fosmake.blogspot.com/feeds/1426724141497931237/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5515158144657271266&amp;postID=1426724141497931237&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5515158144657271266/posts/default/1426724141497931237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5515158144657271266/posts/default/1426724141497931237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fosmake.blogspot.com/2008/06/filsafat-kontemporer-di-barat-dan-islam.html' title='Filsafat Kontemporer di Barat dan Islam'/><author><name>FOSMAKE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17684911951658290301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5515158144657271266.post-1550416350076207646</id><published>2008-06-23T00:21:00.002+03:00</published><updated>2008-06-23T00:24:49.897+03:00</updated><title type='text'>Siapkan Tubuhmu</title><content type='html'>Harus berapa lama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang hari liburan adalah hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh setiap orang. Tidak hanya pelajar dan pegawai yang menantikan hari keramat ini, bahkan pedagang pun menantikan hari libur untuk menambah keuntungan yang tidak diperoleh pada hari-hari biasa. Liburan memiliki nilai tersendiri bagi banyak orang; pergi ke pasar untuk belanja, jalan-jalan, berekreasi, atau pun sekedar iseng mondar-mandir melepas penat. Bukan hanya para pedagang, pengelola pariwisata pun mampu mengais laba tidak seperti hari- hari biasanya. Itu adalah salah satu arti ‘liburan’ bagi pedagang, pengelola pariwisata, para PNS, dan pegawai lainnya. Sedangkan bagi kita, komunitas mahasiswa, apakah arti ‘liburan’ itu sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis tidak perlu mengungkapkan arti liburan bagi mahasiswa, karena teman-teman semua tentu lebih tahu arti liburan. Penulis percaya bahwa teman-teman sudah mengisi hari libur dengan rasa puas yang luar biasa; mulai dari mengikuti kajian yang bejibun, ngenet selama 25 jam, nonton film berjuz-juz, nge-game sampai pagi, ada juga yang tidur dan bangun hanya ketika laper plus pengen beol. Ini adalah liburan ala Masisir yang penulis kenal. Namun, bukan berarti penulis melarang aktifitas teman-teman. Sekedar ingin mengingatkan pada teman-teman akan pentingnya hiburan dalam liburan, yang kita cari dari hiburan dalam liburan adalah untuk mendinginkan otak yang panas setelah diamanati untuk menghafal dan memahami diktat kuliah. Tugas yang diemban ini, bagi mayoritas Masisir, memang cukup berat sehingga diperlukan semacam hiburan tuk sekedar me-refresh otak kita.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Benar bahwa experience is the best teacher bagi kita, penulis punya sedikit pengalaman yang mungkin bisa diambil sedikit hikmanya. Ini bermula dari rihlah tahunan Bu’ust ke Alexandria yang mana peserta terdiri dari berbagai negara; mulai dari mereka yang berkulit putih sampai kulit hitam. Di situ penulis bertemu dengan pelajar India, kita kenalan dan berbincang-bincang lumayan lama. Disela perbincangan kemudian dia berbicara; “memang kita kesini untuk rihlah, jadi tidak untuk bersedih dan merenung. Kita kesini untuk menghilangkan pusing setelah kita ujian agar otak kita merasa fresh. Dan kita bisa belajar lagi selepas ini. Maka, senyum dan tertawalah! Buatlah dirimu senang dan sepuas mungkin, seakan-akan tidak ada hari esok. Namun, bila kita sudah kembali ke Cairo maka belajar dan hafalkanlah yang bisa kamu hafal hingga kamu mendapat ilmu sebanyak mungkin. Ini adalah wasiat guruku di India sana.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari cerita di atas kita bisa pungut hikmahnya, yaitu bahwa kita bebas meng-ekspresikan masa liburan kita. Yang penting adalah teman-teman merasa nyaman, suka dan dengan hati yang ikhlas melakukannya, tidak dengan hati yang dongkol. Tapi, yang terpenting bagi kita yakni guna merefreshkan otak supaya bisa kembali bersemangat dalam mencari ilmu. Penulis berharap bahwa liburan kali ini benar-benar mampu mengusir penat, stress dan rasa pusing, sehingga mampu kembali mengobarkan semangat tholabul ‘ilmi selain guna menyongsong ujian term 2 yang kian mendekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ditandai adanya ujian safawi bagi tingkat tiga dan empat, serta dengan turunnya minhah yang berhenti selama 5 bulan. Itu berarti bahwa kita telah memasuki jenjang term ke-2 . Dan secara tidak langsung memang pihak al-Azhar menurunkan minhah-nya adalah supaya kita bisa membeli kitab muqorror yang mana mata pelajaran dalam term kedua lebih banyak ketimbang mata pelajaran pada term pertama. Secara otomatis kitab atau diktat lebih banyak dan kita harus mengeluarkan uang lebih banyak juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis mengingatkan sekali lagi bahwa kita sudah berada di Cairo, tidak lagi berada di Alexandria atau tempat berhibur manapun. Maka dari itu penulis berharap agar teman-teman tidak terlalu larut dalam masa liburan. Sekarang siapkan tubuhmu, otakmu dan atur jadwal belajarmu serapi mungkin hingga kamu bisa meraih ke-najah-an dalam tahun ini. Jangan lupa tujuan kalian berangkat ke Negeri yang terkenal dengan seribu menara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda semua pasti tahu tentang siapakah Fahri dan bagaimana profilnya. Perlu anda ketahui bahwa masyarakat Indonesia telah mengetahui banyak tentang sosok seorang azhary dengan membaca novel AAC (Ayat-ayat Cinta) ataupun melihat filmnya, dan mereka beranggapan bahwa kita semua tak ubahnya seorang Fahri yang begitu sempurna. Adalah tantangan bagi kita semua untuk mampu mewujudkan anggapan yang bernadakan harapan tersebut. Hal yang sama pun dilakukan oleh Imam Ghozali ketika orang-orang beranggapan bahwa beliau melaksanakan ‘sholat malam’ sepanjang nishfu al-lail, tapi sebenarnya Imam Ghozali hanya sholat malam selama seperempat malam. Terdorong untuk mewujudkan anggapan masyarakat, akhirnya al-Ghozali pun melaksanakan ‘sholat malam’ penuh sepanjang paruh malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang menjadi pertanyaan adalah: apa yang anda lakukan untuk membenarkan anggapan masyarakat kita di Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5515158144657271266-1550416350076207646?l=fosmake.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fosmake.blogspot.com/feeds/1550416350076207646/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5515158144657271266&amp;postID=1550416350076207646&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5515158144657271266/posts/default/1550416350076207646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5515158144657271266/posts/default/1550416350076207646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fosmake.blogspot.com/2008/06/siapkan-tubuhmu.html' title='Siapkan Tubuhmu'/><author><name>FOSMAKE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17684911951658290301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5515158144657271266.post-3334606034534446052</id><published>2008-02-05T13:24:00.001+02:00</published><updated>2008-02-05T13:26:41.496+02:00</updated><title type='text'>Ingin seperti-MU</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh: Syarif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini hidupku tak se-indah dulu&lt;br /&gt;Kini waktuku tak se-berharga dulu&lt;br /&gt;Kini umurku tak se-muda dulu&lt;br /&gt;Kini diriku tak se-semangat dulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini ku menyesal...&lt;br /&gt;Menyesal pun tak ada artinya&lt;br /&gt;Kini ku menangis...&lt;br /&gt;Menangis pun tak membuat semuanya kembali&lt;br /&gt;Kini ku hanya tinggal pasrah&lt;br /&gt;Kini ku hanya bisa berharap Berharap pada takdir&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kini….&lt;br /&gt;Bukan kemarin juga bukan besok&lt;br /&gt;Kini adalah kini yang aku berada di sini&lt;br /&gt;Di sini hanya ada aku seorang&lt;br /&gt;Di sini di mana aku berbisik dengan anganku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa Robb…!&lt;br /&gt;Bolehkah aku bertanya?&lt;br /&gt;Mengapa aku di sini? Pun juga kini?&lt;br /&gt;Bisakah aku lepas dari semua itu?&lt;br /&gt;Karena aku bosan dengan itu semua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin seperti diri-MU&lt;br /&gt;Yang bebas dari itu semua&lt;br /&gt;Bebas dari “kini” dan “di sini"&lt;br /&gt;Walau ku tahu takkan pernah ada yang seperti-MU&lt;br /&gt;Karena Engkau tak ada duanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhan...!&lt;br /&gt;Mukallafkah aku menginginkan seperti-MU?&lt;br /&gt;Dosakah orang yang mempunyai keinginan sepertiku?&lt;br /&gt;Jika iya maafkanlah karena Engkau Maha Pemaaf&lt;br /&gt;Jika memang demikian ampunilah karena Engkau Maha Pengampun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kairo, minggu 30 desember 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5515158144657271266-3334606034534446052?l=fosmake.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fosmake.blogspot.com/feeds/3334606034534446052/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5515158144657271266&amp;postID=3334606034534446052&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5515158144657271266/posts/default/3334606034534446052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5515158144657271266/posts/default/3334606034534446052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fosmake.blogspot.com/2008/02/ingin-seperti-mu_05.html' title='Ingin seperti-MU'/><author><name>FOSMAKE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17684911951658290301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5515158144657271266.post-9127599973712923504</id><published>2008-02-01T08:07:00.001+02:00</published><updated>2008-02-13T13:27:37.131+02:00</updated><title type='text'>Perjalanan</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh: El-Zahrony&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah arti banyak dari kata “Laknat”&lt;br /&gt;Saat inilah Halte kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konstanta peradaban, partikel sebuah perjalanan&lt;br /&gt;Semua tumbuh sendiri, semua rusak sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk akhirnya “Mati”&lt;br /&gt;Dan saat mengalis di situ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Inilah perjalanan yang tak mampu kita hentikan&lt;br /&gt;Biang keladi semua, tak terelakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak pernah aku percaya jika Tuhan dan kematian&lt;br /&gt;Bisa meluputkan darinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi inilah arti banyak&lt;br /&gt;Jika hidup dan peradaban baru, dari sejarah yang terbelenggu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan kita rapikan dengan segenap “kemurnian”&lt;br /&gt;Tanpa ada lagi campur tangan Raksasa Perusak itu&lt;br /&gt;Dan Cuma ini jawabku “Kalahkan Waktu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5515158144657271266-9127599973712923504?l=fosmake.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fosmake.blogspot.com/feeds/9127599973712923504/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5515158144657271266&amp;postID=9127599973712923504&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5515158144657271266/posts/default/9127599973712923504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5515158144657271266/posts/default/9127599973712923504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fosmake.blogspot.com/2008/02/perjalanan.html' title='Perjalanan'/><author><name>FOSMAKE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17684911951658290301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5515158144657271266.post-4164421558665483809</id><published>2008-01-27T02:18:00.000+02:00</published><updated>2008-01-27T02:21:31.013+02:00</updated><title type='text'>Antara...</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh: Amroellah .MZ**&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“....Seribu salam bagimu wahai kekerasan &lt;br /&gt;Yang karenamu dapat kureguk indahnya kelembutan &lt;br /&gt;Seribu salam bagimu wahai kejahatan &lt;br /&gt;Yang karenamu sangat kurindukan kebaikan... “ &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Merdu, syahdu, pilu, kudengarkan alunan lagu dari sang penjaga waktu yang tak tahu waktu, Menorehkan tinta kepedihan pada daging dalam ragaku.&lt;br /&gt;Kudendangkan lagu tentang kesunyian, kudendangkan lagu tentang kebisingan, namun bibir dan hatiku tetap bisu, bisu, bisu, Bangs*t !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kenapa tak kau ledakkan saja kepalaku ketika aku menamparmu dengan kata-kataku? Kenapa kau tak menerima saja ketika aku memberikan sepotong kue dari perjalananku untuk kau kunyah di tengah perjalananmu?&lt;br /&gt;Kenapa aku terlalu banyak meminta dan merasa telah memberi? Kenapa? Kenapa? kenapa terlalu banyak “Kenapa”? kenapa tak kau hilangkan saja kenapa itu? Kenapa ? kenapa? T*i!!&lt;br /&gt;Memang, waktulah yang bisa menjawab segalanya, tapi bisakah aku hidup tanpa harus melewati ruang dan waktu? kemudian dalam alam bawah sadarku akan kukitari langit dan segala isinya tuk memetik setengah atau bahkan seperempat titik dari kebesaran-Nya, lalu dalam kesunyianku akan aku ciptakan dunia itu, ya.. dunia mayaku, duniaku sendiri. Dunia dimana hanya ada kepakan sayap kupu-kupu putih yang tak pincang ditinggalkan sang hitam, dan hamparan rerumputan putih nan asri tanpa hitam setitikpun, dan takkan ada lagi kemenangan-kemenangan itu, kemenangan-kemenangan yang selalu mensyaratkan kekalahan-kekalahan, takkan ada lagi kepalsuan-kepalsuan itu, kepalsuan yang mengikis keaslian, takkan ada lagi kepentingan yang antara dia dan kebodohan hanya dibatasi oleh tirai yang tipis. Hahahaha.... G*blok !!&lt;br /&gt;Waktu... waktu, kenapa sulit sekali engkau kujinakkan? Bukankah engkaupun sama seperti aku? sama sama makhluk dan sama sama hidup di alam ini? tapi kenapa aku merasa tak bisa mengenalmu dan bercengkerama denganmu? apalagi untuk menyemaikan sayap-sayapku yang telah lapuk dimakan olehmu ini.&lt;br /&gt;Pernah suatu malam ketika keheningan mengepungku dengan segala asanya, ketika kehingaran menodongku dengan pistol terbesitlah dalam benakku untuk merajut cinta kasih dan menjalin hubungan mesra dengannya supaya kelak aku tak tertinggalkan olehnya . Tapi.. itulah aku, aku yang tak bisa meraba candamu, aku yang tak bisa melukis tawamu dalam kesenanganku, aku yang hanya merabamu dalam kesendirianku, aku yang...ahh.. Begitu pandirnya aku. Padahal dengan segala ketidaksadarankupun aku pasti tahu bahwa semua lelakumu selalu ada dalam setiap denyut nadiku, dalam setiap hembusan nafasku, dalam setiap getaran tubuhku, dan dalam setiap degupan jantungku. Sial !!&lt;br /&gt;Cobalah kau lihat dunia mereka itu !! dalam setiap kebenaran yang mereka dendangkan selalu saja ada firman dan kekerasan, firman yang mereka paksakan untuk menjadi magnet dan kekerasan yang mereka jadikan besi, apakah tidak mereka sadari bahwa air tak akan pernah bersatu dengan minyak? Dan tidakkah mereka sadar bahwa dengan kekerasan itu justru mereka akan terlihat sangat lemah dan kerdil, lemah syaraf, lemah otak dan kerdil jiwa?, sadarkah mereka bahwa kekerasan tak akan pernah membuat mereka ditakuti tapi dikutuki? Lalu kenapa mereka selalu menganggap kekerasan itu wajib? mereka anggap itu kebenarankah ? hmmmh kebenaran macam apa itu?&lt;br /&gt;Kebenaran adalah tatkala seorang manusia mengetahui kapan harus mengajak orang-orang secara sembunyi-sembunyi dan kapan harus mengajak mereka secara terang-terangan.&lt;br /&gt;Kebenaran adalah tatkala seorang manusia mengetahui kapan harus hijrah dan kapan harus menetap.&lt;br /&gt;Kebenaran adalah tatkala seorang manusia tak membenci orang yang meludahinya atau melemparinya dengan batu tapi justru menjenguknya ketika ia sakit.&lt;br /&gt;Apa arti sebuah pengorbanan suci jika dalam pengorbanan sakralmu itu engkau caci maki saudaramu sendiri? Engkau coba binasakan saudaramu sendiri? Engkau pasung saudaramu sendiri? Engkau cabik-cabik mereka? hmmmh itu bukanlah “rahmatan lil ‘alamin”!! Tapi “rahmatan lima dzahabta ilaihi”.&lt;br /&gt;Apa arti sebongkah pemberian jika dalam engkau memberi engkau mengharapkan imbalan ? itu bukanlah pemberian, Tapi tuntutan !!. Tuntutan yang karenanya dunia tak akan bisa menjadi indah. dan pasti, kau tak akan pernah bisa mencicipi nikmatnya “keindahan” itu. Karena kau adalah sang penuntut itu, penuntut yang berjalan di atas huruf dan ayat-ayat, Penuntut yang bersembunyi di balik jubah-jubah, penuntut yang lebih mementingkan “kopyah” daripada “sirah”.&lt;br /&gt;Sayang...Maukah kau mencoba untuk melupakan tuntutanmu itu sejenak dan lepaskan gairahmu sekejap lalu manjakanlah hati dan akalmu seratus abad, dan cobalah engkau kunyah sesuap nasi “keindahan” yang telah Beliau sajikan untukmu.&lt;br /&gt;Keindahanku adalah tatkala engkau membiarkan rusa, kerbau, tumbila hidup dalam alamnya dengan segala kelebihan dan kekurangannya, Dan sesekali biarkanlah sang tumbila menyedot darahmu dengan segala aroma apek yang ada dalam dirimu, dan kalaupun engkau tak rela darahmu yang apek itu di sedot oleh sang tumbila yang kurus kerempeng itu, kemudian karena ketidak relaanmu engkau ingin membunuhnya maka cukup bunuh dia dalam hatimu saja jangan sampai kau bunuh dia di khalayak umum apalagi harus kau penjarakan dia dulu atau kau salib dulu sebelum kau bunuh, itu bukanlah ketololan tapi kebodohan yang nyata !!&lt;br /&gt;Keindahanku adalah tatkala engkau tak lagi membandingkan mana yang lebih baik antara sapi, keledai, kerbau dan monyet. Keindahanku adalah tatkala engkau tak lagi menginginkan rusa untuk menjadi kerbau atau sapi untuk menjadi kambing apalagi memaksakannya, tapi cukup kau ajari mereka falsafah ke”kerbauan” atau ke”kambingan” dengan segala laku lampahnya. karena bagaimanapun rusa tak akan bisa berubah menjadi kambing, ataupun sebaliknya. Dan jika engkau dapati segelintir kambing yang harus hidup dalam dunia kerbau maka jangan kau mengira bahwa sang kambing akan kehilangan eksistensinya !! karena engkau bukanlah pemilik kambing dan barang tentu bukan pembuatnya jadi kau tidak akan pernah tahu kapan sang kambing kehilangan eksistensi kekambingannya.&lt;br /&gt;Dan tidakkah engkau ketahui bahwa sesungguhnya tingkat ke”Wagu”an yang paling tinggi adalah tatkala engkau mengoyakkan tirai-tirai keyakinan dengan paksaan, paksaan yang oleh “orang yang engkau bersedia mengorbankan segalanya” itu tidak pernah Beliau lakukan apalagi Beliau cintai !!.&lt;br /&gt;Maaf.. Sayangku, Aku terlalu memaksamu.&lt;br /&gt;Negeri Seribu Warnet &lt;br /&gt;26 Oktober ‘05 &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;**Manusia biasa yang tidak aktif dimana-mana dan pernah istitsnai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5515158144657271266-4164421558665483809?l=fosmake.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fosmake.blogspot.com/feeds/4164421558665483809/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5515158144657271266&amp;postID=4164421558665483809&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5515158144657271266/posts/default/4164421558665483809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5515158144657271266/posts/default/4164421558665483809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fosmake.blogspot.com/2008/01/oleh-amroellah.html' title='Antara...'/><author><name>FOSMAKE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17684911951658290301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5515158144657271266.post-1241026947767910582</id><published>2008-01-24T15:51:00.000+02:00</published><updated>2008-01-27T10:56:22.208+02:00</updated><title type='text'>A K O E</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_liXTAIjdmRY/R5xHGQm1ftI/AAAAAAAAADk/vx08qNvM_KQ/s1600-h/om+adieb.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_liXTAIjdmRY/R5xHGQm1ftI/AAAAAAAAADk/vx08qNvM_KQ/s200/om+adieb.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160077445922389714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Ahmad Adib Amrullah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Episode 1&lt;br /&gt;( Tentang Seekor Nama )&lt;br /&gt;Aku, Aku adalah aku apa adanya&lt;br /&gt;Hanya saja aku terlalu sering mengada-ada&lt;br /&gt;Mataku selalu kutautkan pada kekosongan yang hampa&lt;br /&gt;Ahh.. kenapa terlalu kumembanggakan “Aku”? dan.. kenapa?&lt;br /&gt;Dengan segala kerapuhanku aku selalu ingin menjadi raja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku, Aku adalah aku apa adanya&lt;br /&gt;Diselimuti awan hitam adalah wajahku, Hmmh..&lt;br /&gt;Inikah wajah yang tak termakan oleh sang waktu itu? yang,&lt;br /&gt;Bersemayam didalamnya ribuan mesin pembunuh waktu?&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aku, Aku adalah aku apa adanya&lt;br /&gt;Malam kelam adalah jiwaku&lt;br /&gt;Ringkih hitam adalah ragaku&lt;br /&gt;Usang? ya, usang!! usang itu tak juga menghampiriku&lt;br /&gt;Lalu lalang bisu itu tak juga menghempaskanku, hey..&lt;br /&gt;Lihatlah !! Alam begitu luas menghampar, tapi kenapa?&lt;br /&gt;Aku tetap terpenjara dalam perkelahian yang hingar?&lt;br /&gt;Hatiku..!! hey, hatiku..!! Berapa lama lagi kau harus berkelakar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Episode 2&lt;br /&gt;( Tentang Seekor Aku )&lt;br /&gt;Aku, aku adalah aku apa adanya&lt;br /&gt;Tapi sayang aku tak ada apa-apanya&lt;br /&gt;Kuliarkan akalku sedemikian rupa&lt;br /&gt;Untuk kemudian aku tautkan pada kekosongan tanpa rasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku, aku bukanlah apa-apa&lt;br /&gt;Aku hanya setitik tai burung camar&lt;br /&gt;Yang menempel pada satu sisi sudut kamar&lt;br /&gt;Dengan keresahan yang tetap sumbar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku, aku bukanlah ada&lt;br /&gt;Tapi hanya mengada-ada&lt;br /&gt;Dan aku tak akan pernah ada&lt;br /&gt;Jika tak ada Yang Menyinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C I N T A K O E&lt;br /&gt;Episode 3&lt;br /&gt;( Tentang Seorang Cinta )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Episode 4&lt;br /&gt;( Tentang Nama Cinta )&lt;br /&gt;Malam itu anganmu mengetuk pintu imajinasiku&lt;br /&gt;Untuk mempertanyakannya kembali,&lt;br /&gt;Tentang rasa yang tak pernah terungkap disetiap malam itu&lt;br /&gt;Hingga hadirkupun menjadi sesuatu yang menjemukan bagimu&lt;br /&gt;Mana rasa yang kau dendangkan itu?!&lt;br /&gt;Aku tak bisa menyentuhnya..! aku tak bisa melihatnya! ungkapmu&lt;br /&gt;Indahnya sikapmu memang telah membuat lututku bertekuk&lt;br /&gt;Namun.. haruskah kuungkapkan rasa itu? tanyaku&lt;br /&gt;N&lt;br /&gt;Aku rasa memang rasa itu hanya ilusi.. lanjutmu dalam kebimbangan.&lt;br /&gt;Tidak..! itu bukan ilusi, bukankah auramu tak pernah menyajikan ilusi? Lalu,&lt;br /&gt;Untuk apa kau meragukan auramu..? lanjutku bertanya&lt;br /&gt;Sampai kapan kau akan membiarkan auraku berkeliaran?&lt;br /&gt;Sampai kapan kau akan membiarkanku terpuruk dalam kekosongan? Sampai kapan..?&lt;br /&gt;Umpama sebutir biji&lt;br /&gt;Lambat laun pasti akan berbuah juga, lanjutmu&lt;br /&gt;Tapi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Episode 5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Tentang Seorang" Aku" )&lt;br /&gt;Di dalam perjalanannya Aku selalu penuh rasa ingin ,&lt;br /&gt;Tetapi segalanya harus lepas berlalu bagai angin . . .&lt;br /&gt;Aku ingin menjadi insan yang berbeda ,&lt;br /&gt;tetapi lemahnya diri membuat Aku tak ada daya . . .&lt;br /&gt;Aku cinta dengan kelemahanku . .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin menjadi api yang bisa menyala didalam air,&lt;br /&gt;walau akhirnya Aku harus padam dan ikut mengalir...&lt;br /&gt;Aku ingin menjadi awan padat nan kokoh diatap langit biru,&lt;br /&gt;walau didalam kopong terpaksa harus Aku biarkan berlalu...&lt;br /&gt;Aku ingin menjadi pelangi ditengah gelapnya malam,&lt;br /&gt;walau sinaran yang tak cukup membuat Aku tertelan dalam kelam...&lt;br /&gt;Aku ingin menjadi malaikat pemberi berkah,&lt;br /&gt;walau tersirat didalam benak sepasang sayap ini patah...&lt;br /&gt;Aku ingin menjadi guntur raksasa yang sanggup membelah bumi,&lt;br /&gt;walau diri ini yang terhanyut dan retak didalam mimpi...&lt;br /&gt;Aku ingin didalam dinasti yang mana segala isi bumi mampu Aku renggut,&lt;br /&gt;walau segala isi bumi memutar balik pada Aku menjelma maut...&lt;br /&gt;Aku memang sangat ingin.....&lt;br /&gt;tetapi Aku juga sangat tak ingin !!!!!&lt;br /&gt;6th&lt;br /&gt;Dalam kerubutan laler&lt;br /&gt;01-01-06’&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5515158144657271266-1241026947767910582?l=fosmake.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fosmake.blogspot.com/feeds/1241026947767910582/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5515158144657271266&amp;postID=1241026947767910582&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5515158144657271266/posts/default/1241026947767910582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5515158144657271266/posts/default/1241026947767910582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fosmake.blogspot.com/2008/01/k-o-e.html' title='A K O E'/><author><name>FOSMAKE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17684911951658290301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_liXTAIjdmRY/R5xHGQm1ftI/AAAAAAAAADk/vx08qNvM_KQ/s72-c/om+adieb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5515158144657271266.post-8976250256868476527</id><published>2008-01-21T06:50:00.000+02:00</published><updated>2008-01-21T07:07:02.310+02:00</updated><title type='text'>Tuk Nusa Dari Bukit Musa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_liXTAIjdmRY/R5QmA8-AHoI/AAAAAAAAADE/Rx3exZ_Wjik/s1600-h/1a.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_liXTAIjdmRY/R5QmA8-AHoI/AAAAAAAAADE/Rx3exZ_Wjik/s320/1a.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5157789271054098050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By: Zen Dipo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat 'berpulang' adalah sebuah keniscayaan&lt;br /&gt;Dan adalah sebuah janji yang mustahil tuk diingkari&lt;br /&gt;Selayaknyalah ada sesanjung pujian&lt;br /&gt;Untuk-Nya dimana lintas hati tak kan luput meski dibalik sunyi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara,,,&lt;br /&gt;Bilamana kau telah terdiam&lt;br /&gt;Tuturkanlah santunmu meski tuk runcing telinga setan&lt;br /&gt;Ukirkanlah senyummu disela bibir yang membungkam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berdiri lajang pada titik sintesa hati&lt;br /&gt;Rela, cinta, dan kematian&lt;br /&gt;Berat untukku tersenyum menatap pucat bunda pertiwi&lt;br /&gt;Pun atas nama cinta tak mungkin ku cerca  cuap sahaya satu tujuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara,,,&lt;br /&gt;Bilamana kau telah terdiam&lt;br /&gt;Tiupkanlah doa meski pada sehitam ubun batu neraka&lt;br /&gt;Lagukanlah cinta tuk hati meski tlah menghitam sepekat arang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gendang telinga t'lah gentar oleh bandang amuk bengawan&lt;br /&gt;Debu lumpur kota bajul nodai basah selaput mata nan perawan&lt;br /&gt;Nyinyir orok tak luput di sepanjang jalan remang rerayuan&lt;br /&gt;Pun riuh pasar dagang yang tak jemu tawarkan berutas kalam Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara,,,&lt;br /&gt;Bilamana kau t'lah terbenam dalam senggama&lt;br /&gt;Bilamana sedih dan bahagia hanya ada dalam endapan kata&lt;br /&gt;Ulurkanlah senyummu atasnama sanak-saudara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran t'lah kusut kusam diperkosa&lt;br /&gt;Kekeliruan mungkin bercahaya dalam bingkai kata&lt;br /&gt;Tapi, satu yang lekat dan bisu tanpa sapa&lt;br /&gt;Titipan cinta dari Sang pemilik Mayapada&lt;br /&gt;Untuk semua, bukan kita atau mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zen Dipo. Kairo, 20 januari 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5515158144657271266-8976250256868476527?l=fosmake.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fosmake.blogspot.com/feeds/8976250256868476527/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5515158144657271266&amp;postID=8976250256868476527&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5515158144657271266/posts/default/8976250256868476527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5515158144657271266/posts/default/8976250256868476527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fosmake.blogspot.com/2008/01/tuk-nusa-dari-bukit-musa.html' title='Tuk Nusa Dari Bukit Musa'/><author><name>FOSMAKE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17684911951658290301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_liXTAIjdmRY/R5QmA8-AHoI/AAAAAAAAADE/Rx3exZ_Wjik/s72-c/1a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5515158144657271266.post-7730310306122334303</id><published>2008-01-20T15:15:00.000+02:00</published><updated>2008-01-21T07:18:53.214+02:00</updated><title type='text'>Kupu-kupu Senja</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_liXTAIjdmRY/R5NJ3c-AHjI/AAAAAAAAACI/uWezct17jxI/s1600-h/butterfly.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_liXTAIjdmRY/R5NJ3c-AHjI/AAAAAAAAACI/uWezct17jxI/s320/butterfly.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5157547215287230002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh: Syarief&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupu-kupu senja itu&lt;br /&gt;Ingatkan aku pada seseorang&lt;br /&gt;Saat pertama kali ku kenal dia&lt;br /&gt;Di suatu tempat dekat pondok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kali pertamanya aku melihat&lt;br /&gt;Sesosok wanita umpama rembulan&lt;br /&gt;Rembulan yang kan slalu terangi jalanku&lt;br /&gt;Di saat matahari hatiku hampir terbenam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, gadis....&lt;br /&gt;engkau sungguh elok nan mempesona&lt;br /&gt;wangimu bangkitkan gairah hidupku&lt;br /&gt;setelah semangat hidupku hampir pudar&lt;br /&gt;bak biru langit yang hendak pudar senja itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai, pelita hatiku....&lt;br /&gt;engkau bagaikan setangkai bunga matahari&lt;br /&gt;sebagai pelambang penerang kagelapan hati&lt;br /&gt;betapa berbingar-bingar hatiku saat kau hadir&lt;br /&gt;mengisi ruang-ruang hampa di batinku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, cantik....&lt;br /&gt;taukah dirimu bahwa bunga-bunga terlihat cemberut&lt;br /&gt;seakan-akan cemburu dengan kecantikan wajahmu&lt;br /&gt;taukah kamu akan wajah langit berubah memerah&lt;br /&gt;seakan malu karena grogi dengan elok pribadimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******&lt;br /&gt;desir bayu di sekitarmu seakan berbisik&lt;br /&gt;subhanallah...! alangkah indah makhlukMU ini Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5515158144657271266-7730310306122334303?l=fosmake.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fosmake.blogspot.com/feeds/7730310306122334303/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5515158144657271266&amp;postID=7730310306122334303&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5515158144657271266/posts/default/7730310306122334303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5515158144657271266/posts/default/7730310306122334303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fosmake.blogspot.com/2008/01/kupu-kupu-senja.html' title='Kupu-kupu Senja'/><author><name>FOSMAKE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17684911951658290301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_liXTAIjdmRY/R5NJ3c-AHjI/AAAAAAAAACI/uWezct17jxI/s72-c/butterfly.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5515158144657271266.post-793992973256801244</id><published>2008-01-20T14:13:00.000+02:00</published><updated>2008-01-21T06:45:23.677+02:00</updated><title type='text'>Purnama Tepian Pagi</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh: Zen Dipo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini aku sendiri bersama malam, kelam&lt;br /&gt;Guyur rindu lukiskan semburat legam masa silam&lt;br /&gt;Coba kutepis geming malam dalam teduh awan hitam&lt;br /&gt;Sendiri meniti pusara maya pada nan buram&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bersama dingin kubersenggama&lt;br /&gt;Menampik sisa benci&lt;br /&gt;Meredam rindu yang tak kunjung sirna&lt;br /&gt;Luluhkan semi cinta di sela nafas duka palung hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin kugapai waktu lalu hembuskan hangat senyummu&lt;br /&gt;Biarkan angin desirkan wangi tubuhmu&lt;br /&gt;Biarkan malam agungkan namamu&lt;br /&gt;Dan pastikan angkuh bintang redup oleh cahaya matamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini aku bersama sunyi&lt;br /&gt;Menatap lalu layang selendang kabut cintamu&lt;br /&gt;Menahan pilu kala bisik pasir nodai suci cintamu&lt;br /&gt;Melepasmu di setiap ruas jari langkah kaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai purnama hati, fajar tlah tiba menunggu&lt;br /&gt;Lambaikanlah lembut tangan mungkin sebagai akhir sapamu&lt;br /&gt;Dan pagi nanti telah kau luruhkan resah jiwaku&lt;br /&gt;Karena mungkin esok kau tak lagi pernah kutemu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kairo,16 januari 2008&lt;br /&gt;(tuk si empunya 'lesung pipit')&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5515158144657271266-793992973256801244?l=fosmake.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fosmake.blogspot.com/feeds/793992973256801244/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5515158144657271266&amp;postID=793992973256801244&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5515158144657271266/posts/default/793992973256801244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5515158144657271266/posts/default/793992973256801244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fosmake.blogspot.com/2008/01/purnama-di-tepian-pagi_20.html' title='Purnama Tepian Pagi'/><author><name>FOSMAKE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17684911951658290301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5515158144657271266.post-6711578333335550932</id><published>2008-01-20T14:04:00.000+02:00</published><updated>2008-01-21T07:26:48.786+02:00</updated><title type='text'>Kidung sunan kalijaga</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_liXTAIjdmRY/R5QsXM-AHpI/AAAAAAAAADM/rXIbQ-TSB0w/s1600-h/69.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_liXTAIjdmRY/R5QsXM-AHpI/AAAAAAAAADM/rXIbQ-TSB0w/s320/69.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5157796250375954066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ana kidung rumekso ing wengi&lt;br /&gt;Teguh hayu luputa ing lara&lt;br /&gt;luputa bilahi kabeh&lt;br /&gt;jim setan datan purun&lt;br /&gt;paneluhan tan ana wani&lt;br /&gt;niwah panggawe ala&lt;br /&gt;gunaning wong luput&lt;br /&gt;geni atemahan tirta&lt;br /&gt;maling adoh tan ana ngarah ing mami&lt;br /&gt;guna duduk pan sirno&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sakehing lara pan samya bali&lt;br /&gt;Sakeh ngama pan sami mirunda&lt;br /&gt;Welas asih pandulune&lt;br /&gt;Sakehing braja luput&lt;br /&gt;Kadi kapuk tibaning wesi&lt;br /&gt;Sakehing wisa tawa&lt;br /&gt;Sato galak tutut&lt;br /&gt;Kayu aeng lemah sangar&lt;br /&gt;Songing landhak guwaning&lt;br /&gt;Wong lemah miring&lt;br /&gt;Myang pakiponing merak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagupakaning warak sakalir&lt;br /&gt;Nadyan arca myang segara asat&lt;br /&gt;Temahan rahayu kabeh&lt;br /&gt;Apan sarira ayu&lt;br /&gt;Ingideran kang widadari&lt;br /&gt;Rineksa malaekat&lt;br /&gt;Lan sagung pra rasul&lt;br /&gt;Pinayungan ing Hyang Suksma&lt;br /&gt;Ati Adam utekku baginda Esis&lt;br /&gt;Pangucapku ya Musa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Napasku nabi Ngisa linuwih&lt;br /&gt;Nabi Yakup pamiryarsaningwang&lt;br /&gt;Dawud suwaraku mangke&lt;br /&gt;Nabi brahim nyawaku&lt;br /&gt;Nabi Sleman kasekten mami&lt;br /&gt;Nabi Yusuf rupeng wang&lt;br /&gt;Edris ing rambutku&lt;br /&gt;Baginda Ngali kuliting wang&lt;br /&gt;Abubakar getih daging Ngumar singgih&lt;br /&gt;Balung baginda ngusman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumsumingsun Patimah linuwih&lt;br /&gt;Siti aminah bayuning angga&lt;br /&gt;Ayup ing ususku mangke&lt;br /&gt;Nabi Nuh ing jejantung&lt;br /&gt;Nabi Yunus ing otot mami&lt;br /&gt;Netraku ya Muhamad&lt;br /&gt;Pamuluku Rasul&lt;br /&gt;Pinayungan Adam Kawa&lt;br /&gt;Sampun pepak sakathahe para nabi&lt;br /&gt;Dadya sarira tunggal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemahan dalam bahasa indonesia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kidung rumekso ing wengi.&lt;br /&gt;Yang menjadikan kuat selamat terbebas dari semua penyakit.&lt;br /&gt;Terbebas dari segala petaka.&lt;br /&gt;Jin dan setanpun tidak mau.&lt;br /&gt;Segala jenis sihir tidak berani.&lt;br /&gt;Apalagi perbuatan jahat.&lt;br /&gt;guna-guna tersingkir.&lt;br /&gt;Api menjadi air.&lt;br /&gt;Pencuripun menjauh dariku.&lt;br /&gt;Segala bahaya akan lenyap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua penyakit pulang ketempat asalnya.&lt;br /&gt;Semua hama menyingkir dengan pandangan kasih.&lt;br /&gt;Semua senjata tidak mengena.&lt;br /&gt;Bagaikan kapuk jatuh dibesi.&lt;br /&gt;Segenap racun menjadi tawar.&lt;br /&gt;Binatang buas menjadi jinak.&lt;br /&gt;Pohon ajaib, tanah angker, lubang landak, gua orang, tanah miring dan sarang merak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandangnya semua badak.&lt;br /&gt;Meski batu dan laut mengering.&lt;br /&gt;Pada akhirnya semua slamat.&lt;br /&gt;Sebab badannya selamat dikelilingi oleh bidadari, yang dijaga oleh malaikat, dan semua rasul dalam lindungan Tuhan.&lt;br /&gt;Hatiku Adam dan otakku nabi Sis.&lt;br /&gt;Ucapanku adalah nabi Musa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafasku nabi Isa yang teramat mulia.&lt;br /&gt;Nabi Yakub pendengaranku.&lt;br /&gt;Nabi Daud menjadi suaraku.&lt;br /&gt;Nabi Ibrahim sebagai nyawaku.&lt;br /&gt;Nabi sulaiman menjadi kesaktianku.&lt;br /&gt;Nabi Yusuf menjadi rupaku.&lt;br /&gt;Nabi Idris menjadi rupaku.&lt;br /&gt;Ali sebagai kulitku.&lt;br /&gt;Abubakar darahku dan Umar dagingku.&lt;br /&gt;Sedangkan Usman sebagai tulangku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumsumku adalah Fatimah yang amat mulia.&lt;br /&gt;Siti fatimah sebagai kekuatan badanku.&lt;br /&gt;Nanti nabi Ayub ada didalam ususku.&lt;br /&gt;Nabi Nuh didalam jantungku.&lt;br /&gt;Nabi Yunus didalam otakku.&lt;br /&gt;Mataku ialah Nabi Muhamad.&lt;br /&gt;Air mukaku rasul dalam lindungan Adam dan Hawa.&lt;br /&gt;Maka lengkaplah semua rasul, yang menjadi satu badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5515158144657271266-6711578333335550932?l=fosmake.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fosmake.blogspot.com/feeds/6711578333335550932/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5515158144657271266&amp;postID=6711578333335550932&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5515158144657271266/posts/default/6711578333335550932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5515158144657271266/posts/default/6711578333335550932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fosmake.blogspot.com/2008/01/kidung-sunan-kalijaga.html' title='Kidung sunan kalijaga'/><author><name>FOSMAKE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17684911951658290301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_liXTAIjdmRY/R5QsXM-AHpI/AAAAAAAAADM/rXIbQ-TSB0w/s72-c/69.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5515158144657271266.post-1881226855214730875</id><published>2007-10-27T00:26:00.000+02:00</published><updated>2008-01-21T20:39:19.428+02:00</updated><title type='text'>Gramatika Arab</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_liXTAIjdmRY/RyJrJv0ZkCI/AAAAAAAAABc/QI6o-gZ2iqA/s1600-h/nahwu.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5125777141100285986" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_liXTAIjdmRY/RyJrJv0ZkCI/AAAAAAAAABc/QI6o-gZ2iqA/s320/nahwu.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;URGENSI NAHWU SEBAGAI “THE GRAMATICAL OF ARABIC LANGUAGE”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OLEH: SYARIEF ISTIFHAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ilmu Nahwu adalah prioritas utama. Tanpanya, apalah makna sebuah rangkaian kata.”&lt;br /&gt;Al-syaikh Syarifuddin Yahya Al-Imrithy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Prolog&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap bahasa (language) pasti memiliki kaidah-kaidah tersendiri.. Hal tersebut juga kita temukan dalam bahasa arab yang diakui sebagai bahasa yang kaya akan kosakata. Selanjutnya tujuan dari bahasa adalah mengungkapkan tujuan sang pembicara (mutakaallim) melalui perantaraan suara yang keluar dari lisan sang mutakallim. Pada hakikatnya kata-kata terletak di dalam hati. Adapun lisan hanyalah sebagai dalil (petunjuk) ‘al-kalam an-nafsy’ yang terdapat dalam hati. Untuk itu tidak mudah mengungkapkan apa yang tersirat dalam hati (al-kalam an-nafsy), kecuali dengan kaidah-kaidah yang dapat menjaga dari kesalahan-kesalahan dalam penyampaian esensi maksud yang diharapkan mutakallim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ahli bahasa telah berusaha keras untuk menyusun sejumlah kaidah-kaidah untuk dijadikan patokan bagi siapa saja yang akan menggunakan suatu bahasa. Bahasa arab sendiri memiliki banyak sekali kaidah-kaidah yang sudah disepakati oleh para ahli bahasa arab. Diantaranya adalah ilmu Nahwu (grammatika), shorof (morfologi), balaghoh (rethorika), isytiqaq (etimologi), dan sebagainya. Disini penulis akan mecoba mengkaji seputar bahasa arab beserta kaidah-kaidahnya, tapi yang ditekankan oleh penulis di sini adalah khusus mengenai ‘Nahwu’ sebagai salah satu kajian terpenting dalam bahasa arab. Karena Nahwu adalah tempat bergantung dan bersandarnya bahasa arab.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Selain daripada itu, Ilmu Nahwu juga mempunya peran yang sangat penting dalam dunia islam. Yaitu membantu memecahkan permasalahan-permasalahan mengenai syari’at-syari’at islam dari segi kebahasaan. Karena semua syari’at islam yang ada, adalah berupa teks-teks yang termaktub dalam buku-buku bernuansakan ‘arabiyah seperti; Al-qur’an, Al-hadist, Bahkan sampai Ijma’ dan Qiyas. Sehingga orang yang akan memahami islam terlebih dahulu harus mengenal bahasa Arab beserta gramatikalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menindak lanjuti kajian ini, terlebih dahulu penulis akan menjelaskan hubungan antara teks Al-qur’an sebagai sumber dari segala sumber hukum berupa syari’at islam dan bahasa arab sebagai pengantar untuk memahami pesan-pesan yang dikandung dalam kalamullah yang tidak mungkin bisa dipahami oleh manusia pada umumnya. Sebagai seorang muslim kita diperintahkan untuk mempelajari dan memahaminya sebagai pedoman hidup (way of life). Berikut adalah penjelasan sedikit mengenai tema yang akan kita bahas pada diskusi kali ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. TEKS AL-QUR’AN DAN BAHASA ARAB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman dalam Al-qur’an yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami menurunkanya berupa Al-qur’an dengan berbahasa arab, supaya kamu memahaminya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertolak dari ayat di atas, telah kita ketahui bahwa bahasa arab adalah satu-satunya bahasa yang dipilih Tuhan untuk mengungkapkan kehendak-Nya kepada hamba-hamba yang tidak akan mampu memahami kalam an-nafsy Tuhan yang tidak berupa huruf maupun suara. Sebagaimana telah dijelaskan di atas bahwa tujuan dari bahasa adalah untuk mengungkapkan apa yang dimaksud mutakallim (pembicara), maka jikalau Tuhan berkehendak mengungkapkan maksud-Nya dengan bahasa Dia sendiri, niscaya tidak ada satu makhluk pun yang dapat memahaminya. Kecuali hanya orang yang telah dibuka hijabnya oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah semestinya Tuhan menggunakan bahasa manusia untuk mengungkapkan kehendak-Nya. Untuk itu, dipilihlah bahasa arab sebagai perantara untuk menjelaskan maksud-maksud-Nya. Hal ini, pasti mengundang suatu pertanyaan; Mengapa harus bahasa arab? dan bukan yang lainnya saja?. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, ada baiknya penulis terlebih dahulu menjelaskan tentang definisi Al-qur’an itu sendiri. Meskipun tidak mungkin mendefinisikan Al-qur’an bi haqiqatihi (secara tepat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama berusaha mencoba mendefinisikan Al-quran dengan suatu pengertian yang membedakan Al-qur’an dari teks-teks lain. Yaitu; “Al-qur’an adalah kalam Allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW dengan lafadz dan ma’nanya yang mana dengan membacanya dinilai sebagai ibadah dan sekaligus untuk menentang argumen orang-orang kafir, sampai kepada kita secara mutawatir, tertulis di dalam mushaf-mushaf dan di awali dengan surat Al-fatihah dan di akhiri dengan surat An-naas”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari definisi tersebut dapat kita pahami bahwa Alqur’an adalah kitab yang diturunkan kepada nabi terakhir yang berbangsa arab yaitu nabi Muhammad SAW. Dari situlah, kenapa Al-quran diturunkan berbahasa arab. Karena tidak rasioanal sekali, jika suatu kitab samawi diturunkan dengan bahasa selain bahasa orang yang menerimanya. Sehingga benar-benar terwujud tujuan dari diturunkannya Al-qur’an. Selain itu, juga telah kita ketahui bersama; bahwa bahasa arab adalah bahasa yang kaya akan kosakata dan sinonim. Luas akar katanya, mudah dipelajari dan dipahami.Itu semua menunjukan; bahwa hanya orang arablah yang pantas untuk menterjemahkan pengetahuan-pengetahuan islam kepada manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian mengenai definisi bahasa arab itu sendiri, bisa kita uraikan sebagai berikut:“Bahasa adalah sejumlah suara yang digunakan setiap manusia untuk menerangkan tujuan mereka”. Sedangkan arab “adalah suatu komunitas manusia yang menduduki jazirah arab”. Kemudian suara ini dalam istilah orang arab disebut sebagai lafadz. Nah, lafadz ini dalam bahasa arab didefinisikan sebagai “Suara yang keluar dari mulut manusia yang mengandung salah satu dari hurf hijaiyyah yang diawali dengan huruf alif dan diakhiri dengan huruf ya”. Dari sini jelaslah bahwa bahasa arab adalah suara yang mengandung huruf hijaiyyah yang digunakan orang arab untuk menerangkan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadari ataupun tidak, bahasa adalah alat yang paling pokok dalam memahami dan meng-explore berbagai cabang keilmuan dan aturan-aturanya. Sebab bahasa adalah satu-satunya alat komunikasi yang paling mudah dimengerti. Berkaitan dengan itu, telah kita ketahui bersama bahwa Al-qur’an adalah sarana komunikasi antara kita dengan Tuhan. Oleh karena itu, Al-qur’an diturunkan dengan menggunkan bahasa yang dapat dipahami oleh manusia yaitu bahasa arab (bahasa yang paling mudah dipelajari dan dipahami). Dalam sebuah hadist disebutkan: “Cintailah bahasa arab karena tiga: karena aku berbangsa arab, Al-qur’an berbahasa arab, dan kalam ahlu al-jannah (penduduk surga) adalah bahasa arab”. Disebutkan oleh ibnu ‘asakir dalam terjemah zahir ibn Muhammad ibn ya’qub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari pendapat siapapun, yang pasti bahwa Al-qur’an adalah teks yang berbahasa arab. Oleh karena itu, sarana yang paling penting dalam mehamami teks yang berbahasa arab termasuk Al-qur’an, adalah ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk bahasa arab. Adapun hukum mempelajari Al-qur’an adalah wajib, begitu juga hukum mempelajari sarana (washilah) untuk memahami Al-qur’an adalah wajib adanya. Sebagaimana kaidah fikih mengatakan; “ Ma la yatimmu al-wajib illa bihi fahuwa wajibun”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. DILEMATIKA PELETAKAN GRAMATIKA BAHASA ARAB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEJARAH PELETAKAN ILMU NAHWU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa arab berkembang di tengah-tengah jazirah arab secara murni (orisinil) semenjak bahasa itu lahir. Bersih dan terjaga dari segala sesuatu yang dapat menjadikan ia cacat. Misalnya, dengan adanya asimilasi dari bahasa lain; seperti bahasa paris, rum, ataupun lainnya. Sehingga membuat bahasa arab kacau balau serta bercampur dengan bahasa-bahasa tersebut. Ada dua faktor yang melatar belakangi peletakan ilmu Nahwu yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERTAMA: Faktor agama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu karena keinginan keras untuk mendatangkan teks Al-qur’an dalam bentuknya yang asli (fasih dan terjaga), Khususnya setelah munculnya berbagai kekeliruan dalam pengucapan bahasa arab. Kejadian ini sudah mucul semenjak nabi masih hidup. Salah satu riwayat menyebutkan bahwa pernah ada seorang yang keliru bicara didepan rasulullah SAW, dia berkata “ " أرشدوا أخاكم فإنه قد ضل. Dia berbicara dihadapan nabi SAW dengan menggunakan dlomir jamak pada lafadz "ارشدوا أخاكم" , padahal yang ia maksud adalah Nabi. Ya jelaslah salah dengan menggunakan dlomir ‘jamak’ untuk ‘mufrod’ (satu orang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu salah satu contoh kekeliruan yang terjadi pada zaman ketika Nabi masih hidup, namun kekeliruan-kekeliruan seperti di atas masih terhitung sedikit sekali bahkan jarang. Kemudian seiring waktu berjalan kekeliruan-kekeliruan tersebut mulai melebar dan meluas, khususnya pada saat terjadi arabisasi suku-suku yang kalah dalam perang yang mana mereka sangat menjaga sekali kebiasaan-kebiasaan mereka yang bersifat lughowiyah. Artinya meskipun mereka diharuskan mengikuti dan menggunakan bahasa arab, mereka tidak bisa lepas dari dialek bahasa mereka sendiri. Nah, dari sinilah bahasa arab mulai bercampur dengan bahasa ‘ajam (selain bahasa arab) sampai pada akhirnya bahasa arab mengalami kemerosotan yang sangat drastis, bahkan orang-orang yang diakui ahli dalam balaghoh dan khutbah juga ikut terkena virus-virus yang terdapat pada bahasa lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEDUA: Faktor non agama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;faktor non agama ini juga ada dua yaitu; pertama dari kaum arab sendiri dan yang kedua dari suku-suku lain yang berinteraksi dengan orang arab. Orang-orang arab sangat mengagung-agungkan bahasa mereka, sehingga mereka takut apabila bahasa yang mereka agung-agungkan itu musnah begitu saja. Hal itulah yang memicu semangat mereka untuk menyusun kaidah-kaidah bahasa arab, karena takut bahasa mereka akan hilang dan larut dalam bahasa-bahasa lain. Yang kedua ini juga bisa disebut bawa’its ijtima’iyah (faktor masyarakat). Mereka (suku-suku yang berinteraksi dengan orang arab), merasa sangat mengharapkan sekali lahirnya kaidah-kaidah bahasa arab. Sehingga kaidah-kaidah tersebut bisa dijadikan contoh sekaligus pedoman bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor-faktor inilah yang menyebabkan munculnya ilmu nahwu sebagai solusi dari berbagai macam problem seputar bahasa arab. Sampai pada akhirnya peran ilmu ini juga sangat membantu sekali dalam memahami teks-teks Al-qur’an. Meskipun ilmu nahwu saja, belum cukup untuk memahami Al-qur’an secara keseluruhan, tapi paling tidak ilmu ini menduduki posisi yang penting dalam menggali makna-makna Al-qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAPAN DAN DIMANA PELETAKAN ILMU NAHWU?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas sudah kita singgung bahwa pada masa awal-awal islam; yaitu pada saat Nabi SAW masih hidup sudah diperhatikan betul masalah kekeliruan-kekeliruan dalam pengucapan bahasa arab. Sehingga ilmu Nahwu seperti halnya dengan qonun-qonun (pedoman) yang lain, dituntut dan dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, karena terjadinya kekeliruan-keliruan itulah yang menuntut dan mendorong akan lahirnya ilmu ini. Sebelum islam tidak ada permasalan seperti diatas, kalau pun ada juga orang-orang sebelum islam (kaum jahily) tidak memerdulikan hal-hal seperti itu. Mereka berbicara semau mereka sendiri tanpa berbuat dan berfikir. Ilmu nahwu pertama digagas yaitu semenjak awal-awal pemerintahan islam. Adapun tempat lahir dan berkembangnya adalah di negara iraq, tepatnya di kota bashroh oleh Abul Aswad Ad-dualy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. NAHWU SEBAGAI SOLUSI MEMAHAMI TEKS ARAB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DEFINISI NAHWU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu Nahwu secara etimologi mempunyai banyak arti, diantaranya sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Maksud dan jalan&lt;br /&gt;Contoh: "نحوت نحوك" artinya:“Saya bermaksud seperti maksudmu/melewati jalanmu”.&lt;br /&gt;2. Arah&lt;br /&gt;Contoh: "توجهت نحو البيت" artinya: “Saya menghadap ke arah rumah”.&lt;br /&gt;3. Ukuran&lt;br /&gt;Contoh: "له عندي نحو مائة" artinya: “Saya berhutang ke dia kira-kira seratus”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Ilmu Nahwu secara terminologi adalah Ilmu yang membahas tentang keadaan akhir suatu kalimat dari segi I’rob dan Bina-nya. Yakni mengetahui kalimat dari segi rofa’, nashob, khofadh, jazam dan kemudian mengetahui kalimat-kalimat yang terdapat harakat-harakat i’robnya dan kalimat-kalimat yang harakat akhrinya tetap (mabni). Itu semua termasuk dalam pembahasan Ilmu Nahwu. Dan Ilmu Nahwu ini juga memiliki orientasi penting yaitu untuk membantu dalam memahami teks-teks arab, menjaga lisan dari kesalahan dalam berbicara, dan khususnya untuk memahami Al-qur’an dan hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERAN RIIL NAHWU DALAM MENGGALI MAKNA AL-QUR’AN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat banyak sekali dalam Al-qur’an ayat-ayat yang membutuhkan campur tangan Nahwu didalamnya, seperti pada ayat "إذا أراد شيأ أن يقول له كن فيكون" kita dapatkan disana arti dari lafadz "كن فيكون" . Apabila kalimat ini kita terjemahkan secara sederhana, “Jadi! Maka jadilah,…; langsung terbayang dalam benak kita bahwa ketika Allah Swt menghendaki sesuatu dan lalu mengatakan “Jadilah! ; maka sesuatu itu dengan serta merta terjadi langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman ini tidak sepenuhnya salah, tetapi tidak tepat apabila kita melihatnya dari sudut yang lebih umum dan hal-hal yang berkaitan dengan sunnatullah. Bahkan makna sepintas itu menggambarkan tidak adanya proses. Padahal ayat itu berada dalam kontek umum dan mencakup semua kejadian termasuk yang ada proses padanya. Itulah rahasia yang terkandung dengan menggunakan "ف" sebagai jawab syarat, bukan dengan kata "يكن" dengan dijadikan berstatus Jazm. Sedangkan relasi antara syarat yakni kata Kun dan jawab syarat yakni "فيكون" mengandung makna kepastian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kedua, baru-baru saja saya temukan, yaitu sebuah makalah yang ditulis di situs swaramuslim. Makalah tersebut berbicara tentang jimat dan hal-hal yang berbau klenik dan bagaimana hukumnya menurut pandangan Islam. Ada satu hadis Nabi s.a.w. yang berbunyi, "من تعلق تمامة فلا أتمه الله" Kalimat hadis ini diterjemahkan oleh penulisnya dengan “Barangsiapa menggantungkan jimat, maka semoga tidak disempurnakan oleh Allah (hajatnya).…; Secara sederhana, kita memang bisa mengerti makna hadis ini dan apa kandungan yang dimaksud. Namun saya mencoba memberikan perbandingan dengan terjemahan yang mencermati kaidah ilmu Sharaf, yaitu dasar kita memahami dalam level ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis tersebut menggunakan kata ta’allaqa’ yang mengandung beberapa makna selain kata dasarnya. Beberapa makna yang relevan adalah ; مطاوعة, دلا لةعلي اتخاذ&lt;br /&gt;معانة, والتكلف Makna-makna ini menunjukkan kandungan intransitif. Bisa dilihat terjemahan di atas menggunakan makna transitif yang sebenarnya lebih tepat jika digukana kata ;allaqa. Satu makna yang sedikit mengena dengan terjemahan tersebut adalah makna دلا لةعلي اتخاذ; yakni makna menjadikan sesuatu yang terkandung dalam kata dasar. Misalnya kata وسادة adalah bantal, maka tawassada-hu berarti menjadikan sesuatu itu sebagai bantal, atau kata ibnun adalah anak, maka تيني adalah menjadikannya sebagai anak. Jika hadis di atas kita terjemahkan sesuai dengan makna ini, maka secara literal adalah “Barangsiapa menjadikan jimat sebagai gantungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa kita lihat sendiri, terjemahan tersebut hanya mengena pada sedikit dari kandungan yang dimaksud. Makna lain yang menurut saya lebih tepat adalah مطاوعة yakni jika kita menggantungkan sesuatu, maka sesuatu itu tergantung. Dengan makna ini, hadis di atas tidak sekadar menggantungkan jimat, tetapi siapa saja yang bergantung dengan jimat walau jimat itu sendiri hanya disimpan. Seharusnya kata ta’allaqa dalam hadis itu intransitif, tetapi digunakan secara transitif karena rahasia bahasa tertentu yang menjadi pembahasan level selanjutnya, yaitu level gramatikal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud hadis itu menjadi lebih tegas, bukan jimatnya yang tergantung, tetapi adalah oknum yang tergantung dengan jimat. Dan karena oknum, maka makna menjadi bergantung. Dan karena makna ketergantungan inilah, maka hal itu dilarang karena bagi seorang muslim, prilaku yang benar adalah berusaha dan menyerahkan semuanya yakni bergantung kepada Allah, bukan kepada benda-benda dengan membuatnya sebagai jimat-jimat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Epilog&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa kita pungkiri bahwa Ilmu Nahwu telah memberikan sumbang yang sangat besar kepada islam, khususnya dalam menyingkapkan makna-makna yang terkandung dalam rangkaian kata penuh makna yaitu Al-qur’an, hadist, dan teks-teks arab lainnya. Kalau setiap hari kita memabaca Al-qur’an, membaca buku-buku yang berbaha-sa arab, mendengarkan pengajian di TV, atau apa saja lah yang menggunakan bahasa arab kita akan membutuhkan apa yang disebut dengan Ilmu Nahwu. Orang yang sadar akan kebutuhan hidupnya, maka ia akan berupaya untuk mendapatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, tujuan yang paling utama dalam kita mempelajari Ilmu Nahwu ini adalah untuk berupaya memahami makna-makna yang terkandung dalam teks-teks Al-qur’an dan Hadis. Di atas sudah kita ketahui betapa erat sekali hubungan antara teks Al-qur’an dan bahasa arab, kemudian sejarah peletakan Ilmu Nahwu sampai pada Nahwu sebagai solusi untuk memahami Al-qur’an. Dari sini penulis sangat berharap sekali akan tumbuhnya kecintaan kita dalam mempelajari Ilmu Nahwu. Marilah kita dasari hidup kita dengan CINTA....!. Akhirnya, tiada tempat untuk bersandar dan bergantung dari segala permasalan selain Allah SWT.&lt;br /&gt;Wallahu A’lamu Bi As-Showaab......&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5515158144657271266-1881226855214730875?l=fosmake.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fosmake.blogspot.com/feeds/1881226855214730875/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5515158144657271266&amp;postID=1881226855214730875&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5515158144657271266/posts/default/1881226855214730875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5515158144657271266/posts/default/1881226855214730875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fosmake.blogspot.com/2007/10/gramatical-of-arabic-language.html' title='Gramatika Arab'/><author><name>FOSMAKE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17684911951658290301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_liXTAIjdmRY/RyJrJv0ZkCI/AAAAAAAAABc/QI6o-gZ2iqA/s72-c/nahwu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5515158144657271266.post-2263225673574675307</id><published>2007-09-19T17:04:00.000+02:00</published><updated>2008-01-21T20:46:26.116+02:00</updated><title type='text'>Filsafat Dalam Islam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_liXTAIjdmRY/R5Tn38-AHqI/AAAAAAAAADU/nrz-jPvx4v8/s1600-h/Avicenna_3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_liXTAIjdmRY/R5Tn38-AHqI/AAAAAAAAADU/nrz-jPvx4v8/s320/Avicenna_3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5158002421691063970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menelisik Filsafat di dalam Islam&lt;br /&gt;Oleh: Ronny el-Zahro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prolog&lt;br /&gt;Bermula sejak transliterasi berbagai literatur dan magnum opus filasafat Yunani di semua ranah intelektual kedalam bahasa arab pada masa kholifah al-Mansur di abad 8 M,  Secara struktural dengan adanya asimilasi peradaban di atas, maka filsafat muncul di dalam islam meskipun secara nature dan culture filsafat sudah ada sejak zaman Nabi SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa berikutnya, yaitu pada masa al-Ma’mun merupakan puncak keemasan kegiatan transliterasi untuk pertama kalinya buku-buku metafisika; etika; dan psikologi yang ditranslit ke bahasa arab.  Dan semua literatur ditempatkan di perpustakaan terbesar di dunia pada waktu itu ( Baitul Hikmah ) yang bertempat di Baghdad. Kegairahan intelektual mulai mencapai zaman keemasannya, ditandai dengan muncul dan berkembangnya berbagai disiplin ilmu. Seperti psikologi, sosiologi, astronomi dan filsafat khususnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan sederhana ini merupakan sebuah edisi interaktif dalam kajian bersama rekan-rekan “Fosmake.” Dengan pokok bahasan yaitu mencoba untuk menelusuri arti definitif filsafat di dalam islam. Menelisik fase- fase filsafat di dalam islam sekaligus sedikit mengenai dialektika filasat dan agama. Dengan menyimpan harapan agar kita bisa memandang filsafat dengan obyektif dan sebagai motivasi pembaharuan yang merupakan proses abadi yang tidak mungkin dihentikan.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Definisi Filsafat&lt;br /&gt;Apakah itu filsafat ? bagaimana definisinya ? mungkin pertanyaan ini yang pertama kali muncul ketika akan mempelajari filsafat. Secara etimologi filsafat berasal dari Yunani, Philoshopia, yang berarti Philo = cinta, dan shopia = pengetahuan, hikmah. Jadi, filsafat dapat diambil arti definitive sebagai cinta pada kebijaksanaan ilmu pengetahuan.  Namun ketika kita tilik dari segi praktisnya, filsafat berarti alam pemikiran / alam berfikir. Berfilsafat artinya berfikir, tapi tidak semua berfikir disebut berfilsafat. Berfilsafat adalah berfikir secara mendalam dan sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun arti definitive dilihat dari kaca terminologi kita akan melihat beragamnya interpretasi di antara para filsuf; (i) Plato (427 SM-374 SM) seorang filsuf termashur, murid Sokrates dan guru dari Aristoteles, mengatakan filsafat adalah pengetahuan tentang segala sesuatu yang ada, (ii) Al-Farabi (870-956 M) filsuf terbesar sebelum Ibnu sina dan mendapat gelar “guru kedua”, mengatakan filsafat merupakan ilmu pengetahuan tentang alam maujud yang bertujuan menyelidiki hakikat yang sebenarnya, (iii) sedangkan Immanuel Kant ( 1724-1804 M) yang sering disebut raksasa pikir barat, mengatakan filsafat itu ilmu pokok dan pangkal segala pengetahuan yang mencangkup di dalamnya empat persoalan, yaitu: apakah yang dapat kita ketahui ? (dijawab dengan metafisika), apakah yang boleh kita kerjakan ?( dijawab oleh etika) dan samapi dimana pengharapan kita ? (dijawab dengan antropologi).&lt;br /&gt;Beragam arti definitif diatas tidak mengindikasian antara filsuf satu dengan lainnya bertentangan, melainkan saling mengisi dan melengkapi. Tentu hal ini tidak lepas dari epistemologi, pisau analisa dan kondisi sosial masing- masing filsuf, dengan satu tujuan yang paling asasi yaitu pengertian dan kebijaksanaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fase-fase Filsafat di dalam Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Henry corban dalam karya monumentalnya  membagi filsafat didalam islam menjadi tiga fase, yaitu;&lt;br /&gt;a) sejak awal datangnya Islam sampai meninggalnya Ibnu Rusyd (1198 M). pada fase ini di bedakan menjadi dua, antara masa sebelum penerjamahan yang mana umat muslim masih bercorak murni, yang masih dalam lingkup local dalam pemikiran dan belum banyak ide-ide yang segar untuk pencerahan islam pada waktu itu. Kemudian fase setelah kegiatan transliterasi yang di pelopori oleh Al-Kindi, pada fase inilah islam mengalami lompatan-lompatan peradaban dan ilmu pengetahuan dimana puncak kejayannya pada masa kholifah Harun al-Rosyd. Hal tersebut bertahan hingga tahun 1198 M di daulah Umayyah Jadid Cordoba. Setelah itu Islam kaah perang dengan pasukan-pasukan salib yang dipimpin oleh Raja Ferdinand dan Ratu Elizabert, lalu terjadi asimilasi dan transliterasi literature-literatur Islam ke bahasa latin di Shoqliyah (Sisilia) dan Thalithalah (Toledo). Akhirnya pusat peradaban secara otomatis berpindah ke barat pada waktu itu juga sampai sekarang.&lt;br /&gt;b) Kebangkitan para theosof-theosof di negeri Iran. Lalu muncul aliran-aliran theosof yang terpengaruh dari metafisika filsafat yunani. Hal ini terbukti dengan munculnya tokoh seperti Ibn Arabi dengan Illuminasinya, al-Hallaj akan konsep al-Ittihatnya dan sampai masa stgnansi islam yang berlangsung kurang lebih selama 2 abad.&lt;br /&gt;c) Fase ketiga, merupakan masa kebangkitan islam untuk melawan imperalisme dan kolonialisme barat. Sebab pada masa ini seluruh bangsa islam merupaka tanah jajahan. Kebangkitan islam pertama di koarkan oleh Jamal al-Din al-Afghani (1849-1905M), Muhammad abduh (1849-1905 M) dan lain-lainlain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penting bagi penulis untuk memaparkan salah satu pemikiran filsuf tiap fase-fase diatas guna memperjelas subtansi dari filsafat di dalam islam. Adapun fase awal, Ibnu Rusyd yang telah mengadakan pemaduan antara filsafat dan agama, bahkan melebihi filsuf-filsuf  yang telah mendahuluinya. Berdasarkan ini, ia menyimpulkan bahwa antara filsafat dan agama merupakan saudara sesusuan yang bermuara pada satu muara yang bernama ‘kebenaran mutlak’.&lt;br /&gt;Sedangkan pada masa ke-2, theosof yang masyhur pada waktu itu salah satunya Suhrawardi al-Maqtul yang mengembangkan konsep illuminasinya. Dengan mengelaborasikan teori filsafat plato dan emanasi yang dikembangkan oleh al-Farabi yang dijadikan sebagai dasar epistemologinya.  Illuminasi, menurutnya merupakan suatu fase yang sangat menentukan perkembangan pemikiran islam sebagai produk logika yang dikembangkan oleh madzhab Ibnu sina, sementara di sisi lain ia mengembangkan filasafat plato.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk fase terakhir, kebangkitan islam dipelopori oleh beberapa tokoh yang antara lain; (1) Jamaluddin al-afghani, seorang sarjana politik asal Afghanistan. Sebagai penganjur koreksi pengetahuan agama islam yang bersifat tradisional,’kolot’, untuk disesuaikan dengan kondisi kekinian. (2) Muhammad abduh (1849-1905 m), seorang murid dari al-afghani sekaligus mufti besar mesir yang amat terkenal dengan pemikirannya meremajakan pengetahuan islam klasik. (3) Muhammad iqbal; seorang theosof, pujangga dan filsuf dari Pakistan. Dalam pemikiran beliau, rekonstruksi pemikiran dalam islam adalah sebuah keniscayaan yaitu dengan pisau analisis antropologis-historisnya guna melakukan lompatan-lompatan pembaharuan dalam struktur tradisi pemikiran umat islam. Khususnya India atau Pakistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Epilog&lt;br /&gt;Realita sekarang tentunya sangat diperlukan renungan filosofis guna menjawab problematika zaman, yang mengharuskan setiap generasi berdialektika dengan zamannya dan memberikan jawaban yang relevan sesuai dengan konteksnya. Upaya revitalisasi fisafat di dalam islam bukan hal yang aneh lagi bagi para ulama dan pemikir islam. Meskipun hingga saat ini pandangan umat islam masih pro-kontra untuk masalah filsafat itu sendiri, apakah filsafat diperlukan di dalam islam dan identitasnya merusak akar-akar esensial agama islam (?). Dimanakah sebenarnya letak permasalahannya? Mari kita diskusikan!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5515158144657271266-2263225673574675307?l=fosmake.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fosmake.blogspot.com/feeds/2263225673574675307/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5515158144657271266&amp;postID=2263225673574675307&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5515158144657271266/posts/default/2263225673574675307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5515158144657271266/posts/default/2263225673574675307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fosmake.blogspot.com/2007/09/menelisik-filsafat-di-dalam-islam.html' title='Filsafat Dalam Islam'/><author><name>FOSMAKE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17684911951658290301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_liXTAIjdmRY/R5Tn38-AHqI/AAAAAAAAADU/nrz-jPvx4v8/s72-c/Avicenna_3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5515158144657271266.post-4517231474011438356</id><published>2007-08-26T01:44:00.001+03:00</published><updated>2008-01-21T20:48:52.373+02:00</updated><title type='text'>Kemiskinan,Tantangan Global Dunia Ketiga</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_liXTAIjdmRY/RtCw11TgmLI/AAAAAAAAABM/kmNIftH9NjM/s1600-h/global+%26+kemiskinan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_liXTAIjdmRY/RtCw11TgmLI/AAAAAAAAABM/kmNIftH9NjM/s320/global+%26+kemiskinan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5102772816699234482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kemiskinan.&lt;br /&gt;Tantangan Global Dunia Ketiga. &lt;br /&gt;Oleh; Ronny El-Zahro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pengantar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemiskinan merupakan problematika kemanusiaan yang telah menggeologi dan hingga kini masih menjadi isu sentral di belahan bumi manapun.  Selain bersifat laten dan aktual, kemiskinan adalah penyakit sosial ekonomi yang tidak hanya dialami oleh Negara-negara berkembang melainkan negara maju sepeti inggris dan amerika serikat.  Negara inggris mengalami kemiskinan di penghujung tahun 1700-an pada era kebangkitan revolusi industri di Eropa. Sedangkan Amerika seriakat bahkan mengalami depresi dan resesi ekonomi pada tahun 1930-an dan baru setelah tiga puluh tahun kemudian Amerika Serikat tercatat sebagai Negara Adidaya dan terkaya di dunia.  &lt;br /&gt; &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan ini penulis mencoba memaparkan secara global kemiskinan dalam ranah Negara-negara di dunia ketiga, yaitu Negara-negara berkembang yang nota-benenya ada di belahan benua asia. Kemudian juga pemaparan secara spesifik mengenai kemiskinan di Negara Indonesia. Adapun yang dimaksudkan Negara berkembang adalah Negara yang memiliki standar pendapatan rendah dengan infrastruktur yang relatif terbelakang dan minimnya indeks perkembangan manusia dengan norma secara global.  Dalam hal ini kemiskinan tersebut meliputi sebagian Negara-negara Timur-Tengah,  Asia selatan, Asia tenggara  dan Negara-negara pinggiran benua asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemiskinan; Definisi, Indicator dan Penyebab- penyebabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua kondisi yang menyebabkan kemiskinan bisa terjadi, yaitu kemiskinan alami dan kemiskinan buatan.  kemiskinan alami terjadi akibat sumber daya alam (SDA) yang terbatas, penggunaan teknologi yang rendah dan bencana alam. Kemiskinan Buatan diakibatkan oleh imbas dari para birokrat kurang berkompeten dalam penguasaan ekonomi dan berbagai fasilitas yang tersedia, sehingga mengakibatkan susahnya untuk keluar dari kemelut kemiskinan tersebut. Dampaknya, para ekonom selalu gencar mengritik kebijakan pembangunan yang mengedepankan pertumbuhan ketimbang dari pemerataan.  Namun, sebelum melangkah lebih jauh mari kita mencoaba menelaah dan menganalisis arti definitif kemiskinan terebut, indicator dan penyebab-penyebabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Definisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kamus ilmiah populer, kata “Miskin” mengandung arti tidak  berharta (harta yang ada tidak mencukupi kebutuhan) atau bokek.  Adapun kata “ fakir” diartikan sebagai orang yang sangat miskin.  Secara Etimilogi makna yang terkandung yaitu bahwa kemiskianan sarat dengan masalah konsumsi. Hal ini bermula sejak masa neo-klasik dimana kemiskinan hanya dilihat dari interaksi negative (ketidak seimbangan) antara pekerja dan upah yang diperoleh.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka perkembangan arti definitif dari pada kemiskinan adalah sebuah keniscayaan. Berawal dari sekedar ketidak-mampuan memenuhi kebutuhan konsumsi dasar dan memperbaiki keadaan hingga pengertian yang lebih luas yang memaksukan komponen- komponen sosial dan moral. Misal, pendapat yang diutarakan oleh Ali khomsan bahwa kemiskinan timbul oleh karena minimnya penyediaan lapangan kerja di berbagai sektor, baik sektor indutri maupun pembangunan.  Senada dengan pendapat di atas adalah bahwasanya kemiskinan ditimbulkan oleh ketidakadilan faktor produksi, atau kemiskinan adalah ketidakberdayaan masyarakat terhadap sistem yang diterapkan oleh pemerintah sehingga mereka berada posisi yang sangat lemah dan tereksploitasi. Arti definitif ini lebih dikenal dengan kemiskinan struktural. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deskripsi lain, arti definitif kemiskinan yang mulai bergeser misal pada awal tahun 1990-an definisi kemiskinan tidak hanya berdasarkan tingkat pendapatan, tapi juga mencakup ketidakmampuan di bidang kesehatan, pendidikan dan perumahan.  Di penghujung abad 20-an telah muncul arti definitif terbaru, yaitu bahwa kemiskinan juga mencakup kerentanan, ketidakberdayaan dan ketidakmampuan untuk menyampaikan aspirasi.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi dari arti definitif kemiskinan menurut hemat penulis telah diakui adanya interaksi sebab akibat antara berbagai indikator kemiskinan dengan arti definitif kemiskinan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Indikator-indikator Kemiskinan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menuju solusi kemiskinan penting bagi kita untuk menelusuri secara detail indicator-indikator kemiskinan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun indikator-indikator kemiskinan –sebagaimana kami kutip dari Badan Pusat Statistika- antara lain sebagi berikut: &lt;br /&gt;1. Ketidakmampun memenuhi kebutuhan konsumsi dasar (sandang, pangan dan papan).&lt;br /&gt;2. Tidak adanya akses terhadap kebutuhan hidup dasar lainnya (kesehatan, pendidikan, sanitasi, air bersih dan transportasi).&lt;br /&gt;3. Tidak adanya jaminan masa depan (karena tiadanya investasi untuk pendidikan dan keluarga).&lt;br /&gt;4. Kerentanan terhadap goncangan yang bersifat individual maupun massa.&lt;br /&gt;5. Rendahnya kualitas sumber daya manusia dan terbatasnya sumber daya alam.&lt;br /&gt;6. kurangnya apresiasi dalam kegiatan sosial masyarakat.&lt;br /&gt;7. Tidak adanya akses dalam lapangan kerja dan mata pencaharian yang berkisanambungan.&lt;br /&gt;8. Ketidakmampuan untuk berusaha karena cacat fisik maupun mental.&lt;br /&gt;9. Ketidakmampuan dan ketidakberuntungan sosial (anak-anak terlantar, wanita korban kekerasan rumah tangga, janda miskin, kelompok marginal dan terpencil). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Penyebab Kemiskinan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibawah ini beberapa penyebab kemiskinan menurut pendapat Karimah Kuraiyyim.  Yang antara lain adalah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Merosotnya standar perkembangan pendapatan per-kapita secara global.&lt;br /&gt;Yang penting digarisbawahi disini adalah bahwa standar pendapatan per-kapita bergerak seimbang dengan produktifitas yang ada pada suatu sistem. Jikalau produktifitas berangsur meningkat maka pendapatan per-kapita pun akan naik. Begitu pula sebaliknya, seandainya produktifitas menyusut maka pendapatan per-kapita akan turun beriringan. &lt;br /&gt;Berikut beberapa factor yang mempengaruhi kemerosotan standar perkembangan pendapatan per-kapita;&lt;br /&gt;a) Naiknya standar perkembangan suatu daerah.&lt;br /&gt;b) Politik ekonomi yang tidak sehat.&lt;br /&gt;c) Factor-faktor luar neger, diantaranya:&lt;br /&gt;- Rusaknya syarat-syarat perdagangan&lt;br /&gt;- Beban hutang&lt;br /&gt;- Kurangnya bantuan luar negeri, dan&lt;br /&gt;- perang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menurunnya etos kerja dan produktifitas masyarakat.&lt;br /&gt;Terlihat jelas faktor ini sangat urgen dalam pengaruhnya terhadap kemiskinan. Oleh karena itu, untuk menaikkan etos kerja dan produktifitas masyarakat harus didukung dengan SDA dan SDM yang bagus, serta jaminan kesehatan dan pendidikan yang bisa dipertanggungjawabkan dengan maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Biaya kehidupan yang tinggi.&lt;br /&gt;Melonjak tingginya biaya kehidupan disuatu daerah adalah sebagai akibat dari tidak adanya keseimbangan pendapatan atau gaji masyarakat. Tentunya kemiskinan adalah konsekuensi logis dari realita diatas. Hal ini bisa disebabkan oleh karena kurangnya tenaga kerja ahli, lemahnya peranan wanita di depan publik dan banyaknya pengangguran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pembagian subsidi in come pemerintah yang kurang merata.&lt;br /&gt;Hal ini selain menyulitkan akan terpenuhinya kebutuhan pokok dan jaminan keamanan untuk para warga miskin, juga secara tidak lansung mematikan sumber pemasukan warga. Bahkan disisi lain rakyat miskin masih terbebani oleh pajak Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan Tingkat Kemiskinan di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana perkembangan tingkat kemiskinan di Indonesia? Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meluncurkan laporan tahunan Pembangunan manusia (Human Development Report) 2006 yang bertajuk Beyord scarcity; power, poverty dan the global water.  Laporan ini menjadi rujukan perencanaan pembangunan dan menjadi salah satu Indikator kegagalan atau keberhasilan sebuah negara mensejahterakan rakyatnya.  Selama satu dekade ini Indonesia berada pada Tier Medium Human Development peringkat ke 110, terburuk di asia tenggara setelah kamboja. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jumlah kemiskinan dan presentase penduduk miskin selalu berfluktuasi dari tahun ke tahun, meskipun ada kecenderungan menurun pada salah satu periode (2000-2005).  Pada periode 1996-1999 penduduk miskin meningkat sebesar 13,96 juta, yaitu dari 34,01 juta(17,47%) menjadi 47,97 juta (23,43%) pada tahun 1999.  kembalio cerah ketika periode 1999-2002, penduduk miskin menurun 9,57 juta yaitu dari 47,97 (23,43%) menurun menjadi 38,48 juta  (18,20%).  Keadaan ini terulang ketika periode berikutnya (2002-2005) yaitu penurunan penduduk miskin hingga 35,10 juta pada tahun 2005 dengan presentasi menurun dari 18,20% menjadi 15,97 %.  Sedangkan pada tahun 2006 penduduk miskin bertambah dari 35,10 juta (15,97%) menjadi 39,05 juta (17,75%) berarti penduduk miskin meningkat sebesar 3,95 juta (1,78%). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun laporan terakhir, Badan Pusat Statistika ( BPS ) yang telah melaksanakan Survey Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) pada bulan maret 2007 angka resmi jumlah masyarakat miskin adalah 39,1 juta orang dengan kisaran konsumsi kalori 2100 kilo kalori (kkal) atau garis kemiskinan ketika pendapatan kurang dari Rp 152.847 per-kapita per bulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan Teknis dan Sumber Data &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai tinjauan kevalidan dan pemahaman data di atas secara lugas, kiranya penting sekali penulis memaparkan penjelasan data dan sumber data,  diambil dari Berita Resmi Statistika No.47 / IX / 01 September 2006, sebagai berikut;&lt;br /&gt;a. untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi    kebutuhan dasar ( Basic Needs Approach ). Dengan pendekatan ini kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi. Untuk memenuhi kebutuhan kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. Dengan pendekatan ini dapat dihitung Head Count Indeks (HCI) yaitu presentase penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan.&lt;br /&gt;b. Metode yang digunakan menghitung Garis Kemiskinan(GK) yang terdiri dari dua komponen; Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM). Perhitungan garis kemiskinan dilakukan secara terpisah untuk daerah perkotaan dan pedesaan. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pendapatan per-kapita dibawah garis kemiskinan.&lt;br /&gt;c. Sumber utama data yang dipakai untuk menghitung kemiskinan adalah data Susenas(Survey Sosial Ekonomi Nasional) panel Februari 2005 dan Maret 2006. Sebagai informasi tambahan,digunakan juga Survey Paket Komoditi Kebutuhan Dasar( SPKKD) yang dipakai untuk memmmperkirakan Proporsi dari Pengeluaran masing-masing komoditi pokok bukan makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan Kemiskinan di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah kemiskinanan di Indonesia sarat sekali hubungannya dengan rendahnya tingkat Sumber Daya Manusia(SDM). dibuktikan oleh rendahnya mutu kehidupan masyarakat indonesia meskipun kaya akan Sumber Daya Alam (SDA). Sebagaimana yang ditunjukkan oleh rendahnya Indeks Pembangunan Masyarakat (IPM) Indonesia pada tahun 2002 sebesar 0,692.  yang masih menempati peringkat lebih rendah dari Malaysia dan Thailand diantara negara-negara ASEAN. Sementara, Indeks Kemiskinan Manusia (IKM) Indonesia pada tahun yang sama sebesar 0,178.  masih lebih tinggi dari philipina dan Thailand. Selain itu, kesenjangan gender di Indonesia masih relatif lebih besar dibanding negara ASEAN lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan lainnya adalah kesenjangan antara desa dan kota. Proporsi penduduk miskin di pedesaan relatif lebih tinggi dibanding perkotaan.  Data Susenas(National Social Ekonomi Survey) 2004 menunjukkan bahwa sekitar 69,0 % penduduk Indonesia termasuk penduduk miskin yang sebagian besar bekerja di sektor pertanian.  Selain itu juga tantangan yang sangat memilukan adalah kemiskinan di alami oleh kaum perempuan yang ditunjukkan oleh rendahnya kualitas hidup dan peranan wanita, terjadinya tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta masih rendahnya angka pembangunan gender(Gender-related Development Indeks,GDI) dan angka Indeks pemberdayaan Gender(Gender Empowwerment Measurement,GEM).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan selanjutanmya adalah otonomi daerah. dimana hal ini mempunyai peran yang sangat signifikan untuk mengentaskan atau menjerumuskan masyarakat dari kemiskinan. Sebab ketika meningkatnya peran keikutsertaan pemerintah daerah dalam penanggulangan kemiskinan.  maka tidak mustahil dalam jangka waktu yang relatif singkat kita akan bisa mengentaskan masyarakat dari kemiskinan pada skala nasional, terutama dalam mendekatkan pelayanan dasar bagi masyarakat.  Akan tetapi ketika pemerintah daerah kurang peka terhadap keadaan lingkungan sekitar, hal ini sangat berpotensi sekali untuk membawa masyarakat ke jurang kemiskinan, serta bisa menimbulkan bahaya laten dalam skala Nasional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan dan Progam kemiskinan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya penanggulangan kemiskinan Indonesia telah dilakukan dan menempatkan penanggulngan kemiskinan sebagai prioritas utama kebijakan pembangunan nasional. Kebijakan kemiskinan merupakan prioritas Rencanan Pembangunan Jangka Menengah(RPJM) 2004-2009 dan dijabarkan lebih rinci dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) setiap tahun serta digunakan sebagai acuan bagi kementrian, lembaga dan pemerintah daerah dalam pelaksanaan pembangunan tahunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai wujud gerakan bersama dalam mengatasi kemiskinan dan mencapai Tujuan pembangunan Milenium, Strategi Nasional Pembangunan Kemiskinan (SPNK) telah disusun melalui proses partisipatif dengan melibatkan seluluruh stakeholders pembangunan di Indonesia. Selain itu, sekitar 60 % pemerintah kabupaten/ kota telah membentuk Komite penanggulangan Kemiskinan Daerah (KPKD) dan menyusun Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah(SPKD) sebagai dasar pengarusutamaan penanggulangan kemiskinan di daerah dan mendorong gerakan sosial dalam mengatasi kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun langkah jangka pendek yang diprioritaskan antara lain sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Mengurangi kesenjangan antar daerah dengan; (i) penyediaan sarana-sarana irigasi, air bersih dan sanitasi dasar terutama daerah-daerah langka sumber air bersih. (ii) pembangunan jalan, jembatan, dan dermaga daerah-daerah tertinggal. (iii) redistribusi sumber dana kepada daerah-daerahyang memiliki pendapatan rendah dengan instrumen Dana Alokasi Khusus(DAK) .&lt;br /&gt;2. Perluasan kesempatan kerja dan berusaha silakukan melalui bantuan dana stimulan untuk modal usaha, pelatiahan keterampilan kerja dan meningkatkan investasi dan revitalisasi industri.&lt;br /&gt;3. Khusus untuk pemenuhan sarana hak dasar penduduk miskin diberikan pelayanan antara lain (i) pendidikan gratis sebagai penuntasan program belajar 9 tahun termasuk tunjangan bagi murid yang kurang mampu (ii) jaminan pemeliharaan kesehatan gratis bagi penduduk miskin dipuskesmas dan rumah sakit kelas tiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah dasar pengentasan kemiskinan bermula dari sikap pemaknaan kita terhadap kemiskinan. Kemiskinan adalah suatu hal yang alami dalam kehidupan. Dalam artian bahwa semakin meningkatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi maka kebutuhan pun akan semakin banyak. Pengentasan masalah kemiskinan ini bukan hanya kewajiban  dari pemerintah, melainkan masyarakat pun harus menyadari bahwa penyakit sosial ini adalah tugas dan tanggung-jawab bersama pemerintah dan masyarakat. Ketika terjalin kerja sama yang romantis baik dari pemerintah, non-pemerintah dan semua lini masyarakat. Dengan digalakkannya hal ini, tidak perlu sampai 2030 kemiskinan akan mencapai hasil yang minimal se-minimal mungkin.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5515158144657271266-4517231474011438356?l=fosmake.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fosmake.blogspot.com/feeds/4517231474011438356/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5515158144657271266&amp;postID=4517231474011438356&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5515158144657271266/posts/default/4517231474011438356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5515158144657271266/posts/default/4517231474011438356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fosmake.blogspot.com/2007/08/kemiskinantantangan-global-dunia-ketiga_25.html' title='Kemiskinan,Tantangan Global Dunia Ketiga'/><author><name>FOSMAKE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17684911951658290301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_liXTAIjdmRY/RtCw11TgmLI/AAAAAAAAABM/kmNIftH9NjM/s72-c/global+%26+kemiskinan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5515158144657271266.post-7507033807001272746</id><published>2007-08-21T02:17:00.000+03:00</published><updated>2008-01-21T20:51:47.502+02:00</updated><title type='text'>MENGUAK ISU KESETARAAN GENDER DALAM ISLAM</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_liXTAIjdmRY/Rsoh1FTgmEI/AAAAAAAAAAM/Esrx335Haos/s1600-h/gender.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_liXTAIjdmRY/Rsoh1FTgmEI/AAAAAAAAAAM/Esrx335Haos/s320/gender.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5100926723791296578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENGUAK ISU KESETARAAN GENDER&lt;br /&gt;DALAM ISLAM*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Iftitah&lt;br /&gt; Salah satu fenomena yang tengah kita rasakan saat ini adalah isu "Kesetaraan Gender". Perempuan di masa lalu sangatlah berbeda dengan zaman era globalisasi seperti sekarang ini. Kita harus mengakui bahwa datangnya agama Islam telah mengangkat derajat kaum wanita dan menempatkan posisinya dengan mulia. Perempuan di mata Islam mempunyai titik-titik kesamaan  dengan pria. Disamping itu juga memiliki perbedaan yang semua sesuai dengan fitrah (penciptaan manusia).&lt;br /&gt;             Munculnya gerakan feminisme atau gerakan emansipasi wanita mulanya tumbuh di Barat abad ke-18. Feminisme adalah gerakan wanita yang menuntut persamaan hak sepenuhnya antara kaum pria dan wanita.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;2. Sekilas menggali makna Gender&lt;br /&gt;          Kata “Gender” seringkali dimaknai  salah dengan pengertian "jenis kelamin" seperti halnya seks, sebetulnya arti itu kurang tepat. Secara terminologi, Gender adalah suatu konsep yang digunakan untuk mengidentifikasikan  perbedaan laki-laki dan perempuan dilihat dari segi sosial dan budaya. Gender juga sering berargumen bahwa tidak ada manusia yang diberi status hak istimewa atas dasar jenis kelamin, yang menjadi dasar adalah kemampuan.&lt;br /&gt;              Terbentuknya Gender Differences (perbedaan gender) dikarenakan oleh beberapa hal, diantaranya dibentuk, disosialisasikan, diperkuat bahkan konstruksi secara sosial/kultural melalui ajaran agama atau Negara. Perbedaan gender tersebut ternyata mengantarkan ketidakadilan gender. Nah, ketidakadilan yang dilahirkan oleh perbedaan gender inilah sesungguhnya yang sedang digugat.&lt;br /&gt;          Dalam Islam sendiri tidak pernah mentolerir adanya perbedaan/perlakuan diskriminasi diantara umat manusia. Adapun prinsip kesetaraan tersebut adalah :&lt;br /&gt;   - Perempuan dan Laki-laki sama sebagai hamba Allah&lt;br /&gt;   - Perempuan dan laki-laki sebagai khalifah di bumi&lt;br /&gt;   - Perempuan dan laki-laki sama-sama berpotensi dalam meraih prestasi&lt;br /&gt;          Tapi, mengapa muncul ketidakadilan terhadap perempuan dengan dalil Agama? Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya :&lt;br /&gt;      a.  Keyakinan bahwa perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki, sehingga perempuan dianggap sebagai makhluk kedua yang tidak akan mungkin ada tanpa kehadiran laki-laki. Karenanya keberadaan perempuan sebagai pelengkap dan diciptakan hanya untuk tunduk di bawah kekuasaan laki-laki.    &lt;br /&gt;       b. Keyakinan bahwa perempuan sebagai sumber dari terusirnya manusia (laki-laki) dari syurga, bahkan lebih jauh lagi perempuan dianggap sebagai sumber malapetaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Al qur’an sendiri tidak mengajarkan diskriminasi antara laki-laki dan perempuan sebagai manusia. Di hadapan Allah laki-laki dan perempuan  mempunyai derajat dan kedudukan yang sama. Yang membedakan hanyalah tingkat ketakwaan mereka. Namun diantara keduanya ada batasan-batasan yang tidak semua wanita bisa melakukan seperti apa yang dilakukan oleh laki-laki, begitu juga sebaliknya.&lt;br /&gt;             Islam tidak melarang wanita bekerja, Islam juga mengharuskan wanita untuk mencari ilmu sama dengan kewajiban laki-laki. Yang tentunya harus sesuai dengan kodratnya dan tidak bertentangan dengan  larangan Allah dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;             Begitu juga seorang wanita berhak untuk dipilih dan memilih dalam perpolitikan. Mereka juga berhak untuk bergerak dalam bidang ekonomi, sosial, budaya dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;             Sama halnya dalam konsep kepemimpinan (Qawwamah) pria atas wanita. Sebagaimana Firman Allah dalam QS.An-Nisa’ 34 :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;             “Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita). karena mereka telah menafkahkan sebagian dari harta mereka”.&lt;br /&gt;             Ayat di atas menerangkan bahwa keutamaan pria atas wanita dilihat dari satu sisi khusus, sehingga pria mampu dalam hal kepemimpinan  dan hal ini bukanlah sebuah keutamaan mutlak. Karena di sisi lain, wanita mempunyai keutamaan  yang lain.&lt;br /&gt;             Dalam Syariat Islam banyak rukhsah atau kemudahan bagi wanita. Hal ini bukan berarti menunjukkan rendahnya kedudukan perempuan. Karena hal ini ditujukan semata-mata untuk menjalankan perintah dan ketaatan kepada-Nya.                                    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Penutup&lt;br /&gt;            Jadi,persamaan ini memang ada dalam Islam,tetapi tidak sama dengan persamaan yang dipersepsikan oleh orang-orang Barat. Karena persamaan Gender dalam Islam adalah penghormatan terhadap kaum wanita, yang lebih dikenal dengan taklif syar’i. Dan inilah hakekat persamaan dalam Islam. Sebagaimana tercantum dalam QS.At-Taubah : 71&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Artinya: ”Dan orang-orang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagaimana mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat Alaoh, sesungguhnya Allah maha perkasa lagi maha bijaksana”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Ayat ini menjelaskan bahwa adanya persamaan hak antara laki-laki dan perempuan, tetapi bukan berarti persamaan secara mutlak. Dan tentunya harus sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadist serta tidak mengekor pada budaya-budaya Barat yang jelas-jelas melenceng dari Al-Qur’an dan Hadist.&lt;br /&gt;           Demikian uraian singkat ini, semoga  bermanfaat dan dapat memperkaya  pengetahuan kita. Dan hanya pada Allah SWT  jualah kita mohon petunjuk.&lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;            Wallahua’lam….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;______________________________________________________________________&lt;br /&gt;*Diambil dari berbagai  sumber;disampaikan dalam diskusi fosmake 19 Agustus2007&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5515158144657271266-7507033807001272746?l=fosmake.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fosmake.blogspot.com/feeds/7507033807001272746/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5515158144657271266&amp;postID=7507033807001272746&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5515158144657271266/posts/default/7507033807001272746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5515158144657271266/posts/default/7507033807001272746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fosmake.blogspot.com/2007/08/menguak-isu-kesetaraan-gender-dalam_20.html' title='MENGUAK ISU KESETARAAN GENDER DALAM ISLAM'/><author><name>FOSMAKE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17684911951658290301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_liXTAIjdmRY/Rsoh1FTgmEI/AAAAAAAAAAM/Esrx335Haos/s72-c/gender.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
